COMMPASIONATE SCHOOL (SEKOLAH WELAS ASIH)

Seberapa ‘Welas Asih’ sekolah kita??

foto muhammad AlwiSaat jalan-jalan ke toko buku, bersama dua anak kami, Khadijah Shafira dan Fatimah Shalsabila. Sambil mengantarkan mereka ke bagian anak-anak (karena mereka duduk di kelas 4 SD dan 1 SD), sayapun jalan-jalan melihat-lihat buku-buku yang mungkin bisa dan perlu saya miliki. Tanpa sengaja saya melihat buku “Compassion, 12 langkah hidup Berbelas Kasih”, karya Karel Armstrong.  Saya jadi tertarik dengan buku itu, dibenak saya, bagaimana Amstrong cerita tentang Commpasion 12 (welas Asih).

Setelah saya membacanya, seperti biasa, bacaan-bacaan itu saya hubungkan, dan menghubungkan saya dengan ide-ide yang sedang saya geluti. Sejak 5 tahun terakhir ini, tema KEBAHAGIAAN dan PENDIDIKAN POSITIF dalah sesuatu yang sering Baca lebih lanjut

Dipublikasi di Psikologi dan Pendidikan | Meninggalkan komentar

AKREDITASI & PENDIDIKAN KITA

foto muhammad AlwiKalau kita mau jujur, tidak perlu banyak perubahan-perubahan dalam dunia pendidikan kita (sekolah). Apabila kita secara konsist menjalankan Manajemen Pendidikan (Mulai dari Manajemen Kesiswaan, Kurikulum, Komunikasi sampai Manajemen Sarana-Prasarana), lalu kita mengikuti pedoman-pedoman yang disarankan oleh pemerintah. Sekolah akan berjalan dengan sangat baik. Yang lain adalah bumbu penyedap dan vitamin-vitamin saja. Seringkali kita terjebak dalam methode tetapi melupakan essensi-essensi yang jelas. Baca lebih lanjut

Dipublikasi di Uncategorized | Meninggalkan komentar

FENOMENA PERUBAHAN SUATU “MADZAB”[1]

Kajian Sosio-Psokologis, Sebuah Tranformasi Identitas Pemeluknya

Oleh: Muhammad Alwi[2]

 

Foto Reuni blog okeDalam “perubahan madzab secara benar”, seorang mengalami tranformasi identitas yang melibatkan kesadaran beragama. Tranformasi identitas menyangkut perubahan psikologis. Pelakunya menjadi seseorang yang berbeda dari sebelumnya; tranformasi mengisyaratkan penilaian baru tentang diri pribadi dan orang lain, tentang peristiwa-peristiwa, tindakan-tindakan dan objek-objek. Lewat tranformasi, persepsi seseorang bersifat irreversible, sekali berubah tidak bisa kembali lag.[3] Menurut Denzin (1987:11) tranformasi adalah proses dengan mana seseorang secara aktif memperoleh citra diri yang baru, bahasa diri yang baru, Baca lebih lanjut

Dipublikasi di Uncategorized | Meninggalkan komentar

ERA POST-TRUTH

KITA ADALAH EDITOR BAGI DIRI KITA SENDIRI

Dalam Oxford Dictionaries, post-truth didefinisikan sebagai ‘berkaitan dengan atau merujuk kepada keadaan di mana fakta-fakta obyektif kurang berpengaruh dalam pembentukan opini publik dibandingkan emosi dan keyakinan pribadi’. Ini berbeda dengan hoax/fake news yang cenderung menyesatkan atau dis-informasi atau faktanya dipalsukan. Di era post-truth, batas antara kebenaran dan kebohongan, kejujuran dan ketidakjujuran, fiksi dan non-fiksi tidak jelas. Fakta objektif dipandang tidak penting untuk membangun opini publik. Yang penting opini dibangun dengan membangkitkan emosi dan keyakinan personal. Post-Trurh terjadi karena banjir informasi dan media.
Orang dengan mudah mengambil data manapun dan membuat kesimpulan sendiri dan tafsir sendiri sesuai keinginannya. Baca lebih lanjut

Dipublikasi di Uncategorized | Meninggalkan komentar

Kesalehan dan Kekerasan

Kekerasan dan Agama.jpgAkal sehat membantah bahwa kekerasan dapat muncul dari kesalehan. Orang yang saleh mustahil melakukan kekerasan, dan pelaku kekerasan pastilah tidak saleh. Jika kesalehan terletak pada kepatuhan terhadap perintah Tuhan, tentulah pelaku kekerasan—sekalipun atas nama Tuhan —entah tidak saleh atau menghujat Tuhan. Alasan kedua hal ini sama: tak mungkin Tuhan memerintahkan hal yang jahat. Lalu, bagaimana menjelaskan kekerasan atas nama Tuhan yang dilakukan teroris dan kaum radikalis agama yang kerap melakukan aksi-aksi intoleran yang juga terjadi di negeri kita? Baca lebih lanjut

Dipublikasi di Uncategorized | Meninggalkan komentar

BENAR ATAU/DAN BERMANFAAT : Renungan

Foto di Guci TegalSetiap pemikiran sosial selalu memiliki masalah 1) Antara sisi kebenarannya (epistemologi) dan Etis-nya. Kadang pemikiran itu secara intelektual sangat oke, valid dan terdukung dalam penelitian banyak hal, dll. Tetapi seringkali untuk mendapatkan ini kehilangan moment memenuhi kebutuhan. Sementara yang lain tepat waktu, memenuhi kebutuhan tetapi kecanggihan postulat, validitas dll, kurang baik.  2) Bagaimana Tranferability nya. Bagaimana mentranfer temuan-temuan di Barat misalnya, yang berbeda konteks dan pengandaian-pengandaian. Hubungan Epistemologi Pengetahuan dan Sosiologi Pengetahuan. Baca lebih lanjut

Dipublikasi di Uncategorized | Meninggalkan komentar

KEBEBASAN & KEBEBASAN BEREKSPRESI DALAM RANAH AGAMA

freedom-taqi-okeKebebasan adalah satu hal yang sangat penting untuk dibahas, sebab kebebasan itu mengandaikan banyak hal. Bahkan esensi agama dalam hubungannya dengan manusia terletak pada kata memiliki kebebasan. Lalu apa kebebasan itu? Era reformasi adalah era kebebasan, dimana setelah sekian lama (masa orde lama) terjadi banyak pembatasan. Maka era reformasi adalah era kebebasan. Walaupun terkadang dikatakan kebebasan yang kebablasan. Era informasi menjadi era berita dan informasi hoax. Saling menfitnah, memberikan opini yang kurang bertanggungjawab dengan media-media yang tidak jelas. Karena itu pemerintah mulai melakukan penetrasi dan pembatasan-pembatasan. Mulai undang-undang IT, Cyber-Crime sampai sertifikasi muballih/khotib yang cukup menghebohkan. Pertanyaan yang bisa diajukan adalah sampai dimana kebebasan kita, apa itu kebebasan dan bagaimana kebebasan itu mungkin/bisa dibatasi. Siapa yang boleh membatasi kebebasan itu, seberapa hak pemerintah/negara dalam membatasi kebebasan manusia dst.

MAKNA KEBEBASAN

Banyak definisi tentang kebebasan diantaranya adalah 1) Kebebasan dalam artian Kemandirian. Siapapun harus mandiri, tidak dibawah pengaruh atau bergantung pada selainnya, serta tak satupun makna ketergantungan yang dapat diterapkan kepadanya. Baca lebih lanjut

Dipublikasi di Uncategorized | Meninggalkan komentar

KEBODOHAN (TINGKAT 1 DAN TINGKAT 2).

foto muhammad AlwiMenarik melihat definisi Kebodohan dalam kitab Lisan al Arab karya Ibn Manzdur. Disitu disebutkan bahwa kebodohan itu ada 2, yaitu RINGAN dan BERAT. Kebodohan Ringan adalah kurangnya ilmu mengenai apa yang seharusnya diketahui, dan Kedua, Kebodohan Berat adalah keyakinan yang salah yang bertentangan dengan fakta ataupun realitas, meyakini sesutau yang berbeda dari sesuatu itu sendiri, ataupun melakukan sesuatu dengan cara yang berbeda dari bagaimana seharusnya sesutau itu dilakukan. Baca lebih lanjut

Dipublikasi di Uncategorized | Meninggalkan komentar