COMMPASIONATE SCHOOL (SEKOLAH WELAS ASIH)

Seberapa ‘Welas Asih’ sekolah kita??

foto muhammad AlwiSaat jalan-jalan ke toko buku, bersama dua anak kami, Khadijah Shafira dan Fatimah Shalsabila. Sambil mengantarkan mereka ke bagian anak-anak (karena mereka duduk di kelas 4 SD dan 1 SD), sayapun jalan-jalan melihat-lihat buku-buku yang mungkin bisa dan perlu saya miliki. Tanpa sengaja saya melihat buku “Compassion, 12 langkah hidup Berbelas Kasih”, karya Karel Armstrong.  Saya jadi tertarik dengan buku itu, dibenak saya, bagaimana Amstrong cerita tentang Commpasion 12 (welas Asih).

Setelah saya membacanya, seperti biasa, bacaan-bacaan itu saya hubungkan, dan menghubungkan saya dengan ide-ide yang sedang saya geluti. Sejak 5 tahun terakhir ini, tema KEBAHAGIAAN dan PENDIDIKAN POSITIF dalah sesuatu yang sering Baca lebih lanjut

Dipublikasi di Psikologi dan Pendidikan | Meninggalkan komentar

BENAR ATAU/DAN BERMANFAAT : Renungan

Foto di Guci TegalSetiap pemikiran sosial selalu memiliki masalah 1) Antara sisi kebenarannya (epistemologi) dan Etis-nya. Kadang pemikiran itu secara intelektual sangat oke, valid dan terdukung dalam penelitian banyak hal, dll. Tetapi seringkali untuk mendapatkan ini kehilangan moment memenuhi kebutuhan. Sementara yang lain tepat waktu, memenuhi kebutuhan tetapi kecanggihan postulat, validitas dll, kurang baik.  2) Bagaimana Tranferability nya. Bagaimana mentranfer temuan-temuan di Barat misalnya, yang berbeda konteks dan pengandaian-pengandaian. Hubungan Epistemologi Pengetahuan dan Sosiologi Pengetahuan. Baca lebih lanjut

Dipublikasi di Uncategorized | Meninggalkan komentar

KEBEBASAN & KEBEBASAN BEREKSPRESI DALAM RANAH AGAMA

freedom-taqi-okeKebebasan adalah satu hal yang sangat penting untuk dibahas, sebab kebebasan itu mengandaikan banyak hal. Bahkan esensi agama dalam hubungannya dengan manusia terletak pada kata memiliki kebebasan. Lalu apa kebebasan itu? Era reformasi adalah era kebebasan, dimana setelah sekian lama (masa orde lama) terjadi banyak pembatasan. Maka era reformasi adalah era kebebasan. Walaupun terkadang dikatakan kebebasan yang kebablasan. Era informasi menjadi era berita dan informasi hoax. Saling menfitnah, memberikan opini yang kurang bertanggungjawab dengan media-media yang tidak jelas. Karena itu pemerintah mulai melakukan penetrasi dan pembatasan-pembatasan. Mulai undang-undang IT, Cyber-Crime sampai sertifikasi muballih/khotib yang cukup menghebohkan. Pertanyaan yang bisa diajukan adalah sampai dimana kebebasan kita, apa itu kebebasan dan bagaimana kebebasan itu mungkin/bisa dibatasi. Siapa yang boleh membatasi kebebasan itu, seberapa hak pemerintah/negara dalam membatasi kebebasan manusia dst.

MAKNA KEBEBASAN

Banyak definisi tentang kebebasan diantaranya adalah 1) Kebebasan dalam artian Kemandirian. Siapapun harus mandiri, tidak dibawah pengaruh atau bergantung pada selainnya, serta tak satupun makna ketergantungan yang dapat diterapkan kepadanya. Baca lebih lanjut

Dipublikasi di Uncategorized | Meninggalkan komentar

KEBODOHAN (TINGKAT 1 DAN TINGKAT 2).

foto muhammad AlwiMenarik melihat definisi Kebodohan dalam kitab Lisan al Arab karya Ibn Manzdur. Disitu disebutkan bahwa kebodohan itu ada 2, yaitu RINGAN dan BERAT. Kebodohan Ringan adalah kurangnya ilmu mengenai apa yang seharusnya diketahui, dan Kedua, Kebodohan Berat adalah keyakinan yang salah yang bertentangan dengan fakta ataupun realitas, meyakini sesutau yang berbeda dari sesuatu itu sendiri, ataupun melakukan sesuatu dengan cara yang berbeda dari bagaimana seharusnya sesutau itu dilakukan. Baca lebih lanjut

Dipublikasi di Uncategorized | Meninggalkan komentar

4 Tujuan Pendidikan, Bentuk Kopetesi, Komunikasi Padagogi & Kriteria Keberhasilan

A. Tujuan Pendidikan :

Memperoleh Pengetahuan dan Ketrampilan

Bentuk Kopetensi          

  1. Penguasaan pengetahuan untuk memecahkan masalah.
  2. Selain aspek kognitif (akumulasi pengetahuan & ketrampilan), juga aspek sosial (mampu berkomunikasi, bernegosiasi, membangun hubungan kepercayaan, menafsirkan situasi)
  3. Sumber daya untuk mengidentifikasi & memecahkan masalah, menyiapkan dan mengambil keputusan-keputusan.

Komunikasi Padagogi    Baca lebih lanjut

Dipublikasi di Uncategorized | Meninggalkan komentar

Benarkah Agama Berpotensi Rusak Akal?

dr-fauziKemampuan melakukan proses berfikir adalah salah satu anugerah Ilahi pada manusia yang begitu berharga. Bahkan kemuliaan manusia tercermin dari keruntutan proses fikir yang menuntun kearifan bersikap. Pergumulan pemikiran memungkinkan terjadi karena  adanya data baru yang diterima. Proses dinamis dalam update pola pikir ini adalah keniscayaan yang tak terhindari untuk terus mengembangkan diri.

Rene Descartes mengatakan Cogito ergo sum (aku berfikir maka aku ada). Allamah Thabathai dalam buku Light within Me menegaskan bahwa akal adalah “nabi” personal manusia karena melalui akal inilah manusia dapat menerima pesan-pesan Ilahi dan menerapkannya di ruang publik dalam bentuk keterjagaan kesucian. Nabi bersabda: “La dina Liman La Aql Lahu ( Tiada agama bagi mereka yang tidak menggunakan akalnya). Kaidah umum juga mengajarkan: “Al Insan hayawanun natiq” (manusia itu adalah hewan berakal/berwacana). Ayat ayat suci Al-Qur’an bertaburan dengan dorongan agar manusia merenung dan berfikir tentang Tuhan maupun tentang penciptaan-Nya. Baca lebih lanjut

Dipublikasi di Uncategorized | Meninggalkan komentar

MERAWAT AKAL, ANTARA “RUANG PUBLIK” DAN KEBENARAN

plato-okeAhkhir-akhir ini di Indonesia ramai dalam pembicaraan publik tentang Syariat, tentang kasus Ahok, tentang Khilafah, ISIS, Jabha Nusra, Syuria. Diberitakan salah satu pentolan kelompok Islam radikal dengan terang-terangan mengatakan salah satu anaknya syahid di Syuria (dalam barisan Al Qaeda), Terorisme, bahkan sebagaian dari mereka terlihat di youtube baiah pada Abu Bakar al Bagdadi (ISIS) dan lain-lain. Negeri kita tercinta, saat ini seakan bukan berbenah menuju ke depan, tetapi sedang sangat sibuk dalam mengalokasikan SDA/SDM-nya untuk menyelesaikan masalah, menyelesaikan problem. Disintegrasi bangsa, radikalisme, korupsi, intolerasi, krisis kepercayaan dan seterusnya.  Ada apa dengan Indonesia saat ini? Apakah pemerintah, negara-hukum dan demokrasi kita sudah terkikis legitimasinya? Tidak rasionalkah pemerintahan negeri ini sekarang? Sehingga krisis identitas, krisis pemahaman keragaman bernegara, bahkan pluralisme beragama semakin pudar? Ada apa ini semua? Baca lebih lanjut

Dipublikasi di Uncategorized | Meninggalkan komentar

GAMBARAN DASAR : FILSAFAT PENDIDIKAN “ISLAM”

syed-naquib-al-attas

Sayyed Naquib Al Attas

Setiap pembahasan pendidikan, tujuan, muatan kurikulum, dan metode pengajaran, sangat menekankan pentingnya pandangan filsafat (filsafat pendidikan) yang menyeluruh. Dan filsafat pendidikan tergantung dari kepercayaan, keyakinan dan pandangan hidup individu dan masyarakat yang terlibat didalamnya. Dan ini disokong oleh fakta yang secara eksplisit ataupun implisit yang mengatakan bahwa setiap ide, keputusan atau tindakan-tindakan yang berkaitan dengan pendidikan tidak dapat dipisahkan dari filsafat, agama ataupun sain mengenai hakikat manusia, baik jasmani maupun ruhani.
Tuhan adalah dasar dari dan pencipta segala sesuatu, Tuhan yang Maha Berkuasa, dalam merealisasikan keinginan-Nya melalui penciptaan, penghancuran, dan penciptaan Baca lebih lanjut

Dipublikasi di Uncategorized | Meninggalkan komentar