MEN-DELETE PIKIRAN “NEGATIVE” LEWAT REGISTRY OTAK

Allah berfirman : “Apakah sama orang-orang yang mengetahui dengan orang-orang yang tidak mengetahui” (Al Zumar : 9).

Dan Perhatikanlah apa yang kamu Makan? Sesungguhnya kamu meyakini/mengimani apa yang kamu makan (Maulana Rumi).

Dalam buku Quwwat al Takfir karya Dr. Ibrahim ElFiky (2008) dikatakan; 60.000 pikiran masuk ke otak kita selama sehari. Dan dikatakan dalam sebuah riset bahwa 80% dari pikiran itu adalah pikiran negative ( = 48 ribu).

Dalam hidup ini paling tidak Tujuh (7) hal yang membentuk dan mempengaruhi pikiran kita; 1) orang tua (pendidikan saat kecil….penerimaan dan penolaknnya dst). 2) Keluarga, 3) Masyarakat, 4) Sekolah, 5) Teman, 6) Media Massa dan 7, Diri sendiri ( ini yang terpenting…sebab yang lain bisa ditolak oleh yang terakhir ini).

Saat kecil….orang tua, pengalaman dst membentuk pikiran kita. File-file itu di bentuk (direkontruksi)…maka terbentuklah konsep-konsep seperti; alat-alat dapur (piring, sendok, pisau, panci, kompor dst), binatang, tumbuhan, kendaraan, alat-alat kantor/tulis dst. Disamping itu juga terbentuk konsep/file positive dan file negative. Dan setiap file itu punya cabang-cabang dengan bagian file-file yang lain. Misalnya…file alat-alat dapur…pisau, berhubungan dengan berdarah, bahaya, dimarahi orang tua dst…dst. Ada file-file yang tertanam secara mendalam dalam memori (bawah sadar) ada yang tidak. Bila kita ingin menghilangkan pengaruh suatu file negative yang sudah tertanam…maka kita harus men-delete file itu sampai ke akar-akarnya.

Ingat saat kita mau meng-uninstall sebuah file yang terlanjur kita Install dalam program computer kita? File itu tidak hanya disimpan dalam sebuah file/folder…tapi tersebar ketempat-tempat yang berhubungan dengannya. Oleh karenanya saat kita mau men-delete nya secara total/permanent. Kita tidak hanya meng-uninstall program itu (biasanya lewat…control panel dalam computer/laptop kita). Tapi supaya file itu benar-benar bersih total. Kita mesti masuk ke registry (lewat Run….lalu diketik regedit…dst). Dengan pembersihan ini…kita bisa memastikan program itu bersih total (seakar-akarnya).

Pembersihan ini tidak akan mungkin mampu dilakukan kecuali diri sendiri (kita sendiri) ingin melakukan itu. Inilah kebenaran ayat yang mengatakan; “Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum, hingga mereka mengubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri (al Ra’d : 11). Apa yang ada dalam diri mereka itu? Niat…dan Pikiran kita….atau lebih tepatnya mungkin Mindset Kita.

Pikiran membentuk Mindset, Menurut American Heritage Dictionary, Mindset adalah “a fixed mental attitude or disposition that predetermines a person’s responses to and interpretations of situations.” Terjemahannya kurang lebih: Keyakinan teguh yang menjadi dasar dari respons-respons dan interpretasi yang dimiliki oleh seseorang. Atau dalam bahasa lebih sederhana yaitu sekumpulan pikiran yang terjadi berkali-kali diberbagai tempat dan waktu serta diperkuat dengan keyakinan dan proyeksi sehingga kenyataan dapat dipastikan disetiap tempat dan waktu.

Pikiran apapun yang sedang kita pikirkan….akan diterima akal (otak) dan akal kita akan bekerja kearah pikiran itu. Ia akan mencari diruang memori setiap file data yang dapat membantu dan mendukung kita kearah pikiran itu dan membuat kita berhasil mewujudkannya. Baik itu hal-hal yang positive atau negative. Mungkin Inilah yang dikatakan bahwa setiap ‘doa’ ( permohonan, pembicaraan atau pikiran)…pasti terkabulkan. Sayangnya doa kita itu seringkali kontradiktif, sehingga yang satu meng-cancel yang lain. Disinilah kebenaran bahwa kalau kita focus maka pasti akan berhasil. Sebab doanya hanya satu….dan doa pasti dikabulkan.

Apa yang dilakukan akal saat mendapatkan pesan dari pikiran? Akal melakukan dengan;  Memahaminya, lalu membuka file-file khusus yang menyimpan memori itu….lalu menganalisisnya mambandingkan, menambah, mengurangi dst. Mencari file-file pendukung….melemahkan informasi lainnya, dst.

Lihat saja saat anda melihat tulisan ini: SALAI-I…..maka pertama mata melihat…menginformasikan ke otak, lalu otak membuka file-file pendukung, melemahkan tulisan diatas, menvisualisasinya, disamping bahkan mungkin melemahkan suara disekitar anda…sehingga bisa sedikit kosentrasi disini. Kemudian membandingkan dengan file-file sebelumnya. lalu Anda akan tahu bahwa tulisan itu adalah kata “SALAH”.

Inilah mengapa pikirab-pikiran yang kita terima, kita katakana pada diri kita….(akan diambil oleh otak dan selanjutnya membuka file-file pendukung)….dan kemudian pikiran itu mempengaruhi fisik kita, ekspresi wajah dst. Saat Takut….jantung berdebar, wajah pucat, keluar keringat dst. Marah jantung berdebar, mulut kering, wajah memerah dst, senang stamina naik, wajah berseri-seri….sedih air mata menetes, dst…dst.

Allah berfirman : “Apakah sama orang-orang yang mengetahui dengan orang-orang yang tidak mengetahui” (Al Zumar : 9).

 

Muhammad Alwi :   Pendidik, Trainer dan Motivator Berbasis Multiple Intelligence dan Positive Education.

Tentang pendidikan positif

Kami adalah Pendidik, Guru, Dosen dan Trainer. Alumni Pasca Sarjana Univ Brawijaya Malang, sekarang studi lanjut di Department Psychology. Kami mengembangkan Seminar, Workshop, dan berbagai Test berbasiskan psikology. Mulai dari 1. Workshop berbasiskan Multiple Intelligence, Topografi Otak, Power Personality, Performance Barrier, Succes with Understanding Personality, Otak Kanan- Otak Kiri, bagaimana mengetahui dan memanfaatkannya untuk sukses dll. Semua itu untuk pengembnagan SDM dan Human Capital. Baik untuk Guru, anak-anak (TK, SD, SMP, SMA, PT), juga untuk karyawan Industri dan Perusahaan. 2. Test test yang mendukung workshop dan seminar diatas seperti; a) Test Multiple Intelligence, b) Test Personality, c) Test Performance Barrier dll. Konsep Kami adalah......Discovering Your Royal road to learning, achievable and Personal Satisfaction. Bagaimana caranya? Caranya dengan discovering your talent, your ability (dengan pemahaman, test), the right place....maka sukses dan bahagia akan mudah didapatkan. Positif Pendidikan adalah Pendidikan yang berusahan menjadikan pebelajar (siapapun yang belajar), akan mampu untuk meraih tidak hanya sukses (achievable) tapi juga bahagia (will-being). Success and Happy.
Pos ini dipublikasikan di Psikologi dan Pendidikan. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s