PIKIRAN-PIKIRAN YANG DIBUTUHKAN DIMASA DEPAN

 PIKIRAN-PIKIRAN YANG DIBUTUHKAN DIMASA DEPAN

Mungkin kita pernah mendenngar kata-kata, “ini sudah bukan zamannya”. Itu memang bermanfaat dahulu, tapi sekarang sudah out of date (ketinggalan zaman). Dalam salah satu tulisannya Ali Syariati berjudul “Sejarah Masa Depan”, sangat bagus mendiskripsikan tentang bagaimana perubahan trend pemikiran dan manusia-manusia penguasanya. (Sayang saya tidak dapat menemukan tulisan itu).

Ali Syariati berkata bahwa, awal dulu penguasa adalah para ulama, pendeta, kemudian itu ber-alih karena kebutuhan, zamannya atau lainnya kepada saintis, ilmuwan. Sekarang penguasaan itu beralih kepada para pedagang, pemegang uang. Yang menarik ucapan Ali Syariati dalam hubungannya dengan tulisan ini adalah; Tren pemikiran, budaya, kebiasaan dan hal-hal itu mengalir dari atas ke bawah tergantung strata-strata itu dalam masyarakat kita.

Sekadar memberikan illustrasi. Apa yang dilakukan, dipakai dan dipikirkan oleh para artis, itu sekian tahun kemudian itu akan jadi pemikiran dan dilakukan oleh masyarakat umum. Demikian juga yang lain.

Dalam era informasi, dalam era tehnologi, dan dalam zona mabuk tehnologi-informasi sekarang ini, maka ada beberapa seri kekuatan yang menjadikan kita mesti menanggapinya bila kita masih ingin berpijak ditempat yang sama dalam era persaingan dan mempertahankan posisi yang kita miliki sekarang bahkan meningkatkannya.

Seri kekuatan itu adalah; ketidakpastian umum, revolusi tehnologi, pesaing baru dan selera yang berubah-ubah. Karena itu semua  maka menghasilkan keluaran (outcame) berupa ketidakpastian (tidak akan bisa kita berfikir, berstrategi dalam jangka panjang), lebih banyak pilihan (banyak sekali barang yang ditawarkan, sehingga kebutuhan untuk umum sekaligus unik perlu dipikirkan), dan lebih besar kerumitan, serta berakhirnya kemassalan (semua masyarakat ingin personal, ingin dilayani sesuai dengan kebutuhan individualnya). Akibatnya para pemenang organisasi sekarang dan yang akan datang adalah mereka yang lebih tanggap, lebih kecil, lebih datar dan lebih berorientasi pada manusia.

Karena perubahan-perubahan itu maka dibutuhkan seri pemikiran yang berbeda dibandingkan dengan seri pemikiran pada masa-masa sebelumnya. Apa seri pemikiran-pemikiran yang akan menang bersaing dimasa depan sekarang ini?

FIVE MINDs for FUTURE (Howard Gardner)

Howard Gardner, Penemu Multiple Intelligence. Mungkin karena trend, kebutuhan atau memang riset sang professor sampai kesana, dalam bukunya, “Five minds for The Future”  terbit tahun 2007. Dikatakan oleh Gardner; ada 5 pemikiran yang akan dibutuhkan dimasa depan yaitu;

Pikiran terdisiplin (disciplined mind) telah menguasai setidaknya satu cara pikir—suatu perilaku kognisi yang mencirikan disiplin ilmu, keterampilan, atau profesi tertentu. Banyak riset memastikan bahwa dibutuhkan waktu hingga sepuluh tahun untuk menguasai suatu disiplin. Pikiran terdisiplin juga mengetahui cara untuk berupaya terus-menerus meningkatkan keterampilan dan pemahaman—dengan kata lain, pikiran ini sangat terdisiplin. Tanpa menguasai setidaknya satu disiplin, orang hanya akan mengikuti keinginan orang lain.

Pikiran menyintesis (synthesizing mind) mengambil informasi dari berbagai sumber, memahami dan mengevaluasi informasi itu secara objektif, dan menyatukannya dengan cara yang masuk akal bagi sang penyintesis dan juga bagi orang lain. Kemampuan menyintesis ini, yang bernilai di masa lalu, menjadi lebih penting lagi bersamaan dengan kian menggunungnya informasi dengan sangat cepat.

Pikiran mencipta (creating mind), yang memanfaatkan disiplin dan sintesis, menghasilkan hal-hal baru. Pikiran ini menelurkan ide-ide ba­ru, mengajukan pertanyaan-pertanyaan tak terduga, membangkitkan cara-cara berpikir baru, memunculkan jawaban-jawaban tak terduga. Akhirnya, ciptaan-ciptaan itu harus membuat para konsumen yang ber-pengetahuan menerimanya. Karena selalu berada di wilayah yang belum diatur, pikiran mencipta berupaya terus berada setidaknya satu langkah di depan komputer atau robot tercanggih sekalipun.

Karena menyadari bahwa dewasa ini orang tidak bisa lagi terus ber­ada di dalam wilayahnya atau bidangnya sendiri, pikiran merespek (re­spectful mind) memerhatikan dan menyambut berbagai perbedaan di antara individu dan antara kelompok manusia, berupaya memahami orang atau kelompok lain, dan berupaya bekerja secara efektif bersama mereka. Dalam suatu dunia di mana semuanya saling terhubung ini, sikap tidak toleran dan sikap tidak mau merespek tidak lagi mendapat tempat.

Bergerak pada tingkat yang lebih abstrak daripada pikiran merespek, pikiran etis (ethical mind) merenungkan sifat dari pekerjaan seseorang dan kebutuhan serta keinginan masyarakat di mana seseorang tinggal. Pikiran ini mengkonsepkan bagaimana pekerja bisa mengejar tujuan yang berada di luar kepentingan pribadinya dan bagaimana warga bisa bekerja tanpa mementingkan diri guna meningkatkan kesejahteraan bersama. Pikiran etis kemudian bertindak berdasarkan analisis-analisis itu.

OTAK KANAN (Daniel H. Pink)

Dalam bukunya, Pink mengatakan; Selera yang berubah-ubah, lebih banyak pilihan dan berakhirnya kemasalan. Ini adalah trend saat ini dan kedepan. Untuk mampu memberikan penawaran-penawaran yang bersaing, diterima di era itu. Maka;

1)      Disain lebih diperlukan, tidak hanya fungsional, tetapi indah, fantastis dan menarik secara emosional.

2)      Cerita, lebih diperlukan. Kita hidup dalam era informasi, tetapi kita mesti melakukan “Tidak hanya argument, tetapi narasi/cerita”. Persuasi, komunikasi, pemahaman diri, menjadi suatu yang penting dalam “tidak sekadar informasi”.

3)      Simponi  lebih diperlukan. Tidak hanya focus, spesialisasi, tetapi kita mesti lebih mampu menggabung-gabungkan bagian-bagian ( = Simponi). Tidak hanya analisa tetapi juga sintesa (melihat keseluruhan perspektif, melintasi batas-batas dan dapat mengkombinasikan bagian-bagian yang terpisah kedalam satu kesatuan yang mengesankan).

4)      Empati lebih diperlukan. Tidak hanya logika tetapi empati. Untuk menang kita perlu logika, kecerdasan, tetapi mempererat hubungan, dan peduli pada orang lain adalah hal yang lebih penting lagi.

5)      Permainan, Tidak hanya keseriusan tetapi juga permainan. Bagaimana terapi ketawa, humor, pengobatan holistic  dan lain-lain, sangat dibutuhkan sekarang, dibanding test-test standart.

6)      Makna,  Tidak hanya akumulasi informasi, data, penjualan dst, tetapi juga makna. Sebab, setelah manusia tidak lagi dihantui oleh hal-hal standart (makan, pakaian, kesenangan, rekreasi dst), maka pencarian makna akan sangat dibutuhkan.

 

Semua seri kekuatan diatas memerlukan cara berfikir baru, pergeseran paradigm dan skala prioritas baru. Disain, Cerita, Simphoni, Emphati, Permainan dan Makna, adalah ‘Dominasi’ cara berfikir otak kanan. Dalam pengertian ini, sekarang kita lebih memerlukan orientasi otak kanan disamping kiri.

Sebagai contoh mendekatkan; Ada pergeseran dalam siklus hidup manusia umumnya. Makin dewasa, makin kaya, makin makmur seseorang, maka keinginan dan tujuan seseorang akan berubah. Misalnya;  dahulu di Amerika, Sain adalah sesuatu yang sangat menonjol, penting dan dihargai. Dimana ahli rekayasa, tehnologi, Insinyur, dokter sangat dihormati dan bergaji tertinggi.  Tetapi itu semua sekarang bergeser, dimana saat ini, menjadi Psikolog dan Hukum (Lawyer), Rekayasa Keuangan adalah jabatan atau pendidikan yang paling dihargai tinggi dan gaji tertinggi. Ini sebuah kelumrahan, sebab setelah manusia itu melewati batas standart hidup, maka keamanan, ketenangan, makna batin, dan hal-hal yang berupah  ‘tingkat kebutuhan lebih tinggi‘, akan sangat dibutuhkan.

Sebagai contoh lain, kita lihat Motor; ada Suzuki, Honda, Yamaha (semua hampir sama), baik kecepatan, keiritan penggunaan bahan bakar, juga harga-nya dst. Maka untuk menang saat ini yang diperlukan adalah; bagaimana Disain-nya, bagaimana purna jual (empati), bagaimana ‘sisi permainan’ (diberi tambahan tempat helm dan accessories yang lain dst. Atau club-club tertentu seperti Harley Davidson, Mobil VW-Kodok dan lain-lain). Handphone. Dahulu orang menggunakan HP tujuannya adalah komunikasi, tetapi sekarang ciri fungsionalitasnya itu hampir hilang. Handphone dalam pembuatan dan penggunaannya, sekarang ‘pasti’, ada kameranya dengan (makin besar pixel), ada organizernya, game, suara, kapasitas memori dst. Pakaian. Fungsi utama adalah menutup badan, aurat, tetapi kita lihat apa yang dominant ada dan diperlukan dalam pakaian? Disain, Kenyamanan, emosional dll yang dicari dalam pakaian itu. Mengapa seperti itu?

Ini semua disebabkan karena seri kekuatan (ketidakpastian umum, revolusi tehnologi, pesaing baru dan selera yang berubah-ubah dan menghasilkan , lebih banyak pilihan, dan lebih besar kerumitan, serta berakhirnya kemassalan) sudah berubah. Harga sudah terjangkau (HP, Televisi, Kulkas, hampir semua orang mampu beli). Pilihan sangat banyak (secara merk; dari Sony, Hitachi, LG, Samsung, Panasonic, Changhong, GE, Mitsubishi, Nokia, Cina, Korea, Jepang.  Secara harga, juga variatif dan seterusnya). Maka selera, kekhususan, keunikan dan fungsionalisasi lain yang menentukan suatu produk menang dan dipilih dipasaran.

Berapa lama kita secara ‘pasti’ memakai handphone setiap harinya? Mungkin kita dapat mengatakan maksimal 3 jam. Apa yang terjadi dari sisanya (21 jam selainnya)? Inilah yang akhirnya mesti dimiliki oleh sebuah Handphone. Karena HP ini dibawa, diletakkan, dilihat, maka selain dipakai (3 jam tadi, secara fungsional), selebihnya 21 jam, ia adalah accesorris (perhiasan). Demikian juga dengan laptop, pisau dapur, mobil and seterusnya. Artinya adalah,  untuk menang bersaing diera sekarang dan masa depan, maka kita perlu paradigma baru dalam berfikir dalam berorientasi sebuah produk. Kita mesti ‘dominan‘ berfikir; Disain, Cerita, Simphony, Emphati, Permainan dan Makna.

Untuk dapat hidup dalam di era sekarang dan masa datang, kita mesti mempertanyakan dalam usaha kita: Pertama, Apakah seorang diluar negeri dapat melakukannya dengan lebih murah. Kedua, Apakah komputer dapat melakukannya dengan lebih cepat. Ketiga, Apakah apa yang sedang saya tawarkan sangat disukai pada era kelimpahan (over suply). Bila barang didunia ini secara tehnologi menjadi melimpah (banyak, murah dan terjangkau), seperti produk, Hp, Motor, Kulkas dan lain sebagainya, maka kita akan bertahan bila barang yang ditawarkan menjadi indah secara fisik dan menarik secara emosional (otomastis fungsional tidak kalah jauh).

Inilah mengapa sekarang, kita lihat bisnis yang sangat menjanjikan dan lagi menjamur adalah, Pendidikan (dengan keunikan dan kuallitas layanan tinggi), Kesehatan (Yoga, Meditasi, Spa, Pengobatan holistic), Bisnis Motivator (Mario Teguh dkk), Wisata Religius, Ziarah dan Haji-Umroh (Dengan Keunikan Tujuan dan Pemandu Wisata Religius) dst.

Kata Daniel Goleman dalam bukunya Working with Emotional Intelligence (1999). Aturan bekerja kini telah berubah, tolok ukur baru sudah keluar, kita tidak hanya diukur berdasarkan tingkat kepandaian atau berdasarkan pelatihan dan pengalaman, tetapi juga berdasarkan seberapa baik kita mengelola diri sendiri dan berhubungan dengan orang lain.

Aturan-aturan baru ini sayangnya tidak banyak berhubungan dan dianggap penting saat kita menuntut ilmu dahulu (dilembaga pendidikan, disekolah, dikampus-kampus pencetak calon tenaga kerja, bahkan di Fakultas Ekonomi dan bahkan di Magister-Manajemen). Sekali lagi bentuk-bentuk kecerdasan dan pemikiran sudah bergeser posisinya…….

 

Muhammad Alwi: Trainer Corporate Multiple Intelligence (CMI), Spiritual Multiple Intelligence (SMI), Belajar berbasis Topografi Otak, Integrasi Multiple Intelligence dan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP), dan Understanding Personality for Success. Alumni Pasca Sarjana, Human Resource Management, Univ Brawijaya Malang. Sekarang Studi lanjut di Departemen Psychology. Penulis buku, “Belajar Menjadi Bahagia dan Sukses Sejati”, Elexmedia Kompas-Gramedia, 2011.

Tentang pendidikan positif

Kami adalah Pendidik, Guru, Dosen dan Trainer. Alumni Pasca Sarjana Univ Brawijaya Malang, sekarang studi lanjut di Department Psychology. Kami mengembangkan Seminar, Workshop, dan berbagai Test berbasiskan psikology. Mulai dari 1. Workshop berbasiskan Multiple Intelligence, Topografi Otak, Power Personality, Performance Barrier, Succes with Understanding Personality, Otak Kanan- Otak Kiri, bagaimana mengetahui dan memanfaatkannya untuk sukses dll. Semua itu untuk pengembnagan SDM dan Human Capital. Baik untuk Guru, anak-anak (TK, SD, SMP, SMA, PT), juga untuk karyawan Industri dan Perusahaan. 2. Test test yang mendukung workshop dan seminar diatas seperti; a) Test Multiple Intelligence, b) Test Personality, c) Test Performance Barrier dll. Konsep Kami adalah......Discovering Your Royal road to learning, achievable and Personal Satisfaction. Bagaimana caranya? Caranya dengan discovering your talent, your ability (dengan pemahaman, test), the right place....maka sukses dan bahagia akan mudah didapatkan. Positif Pendidikan adalah Pendidikan yang berusahan menjadikan pebelajar (siapapun yang belajar), akan mampu untuk meraih tidak hanya sukses (achievable) tapi juga bahagia (will-being). Success and Happy.
Pos ini dipublikasikan di Psikologi dan Pendidikan. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s