Saat 1 + 1 = Kurang dari 2……..Saat Win-win Solution Tidak lagi Cukup

SAAT 1 + 1 = KURANG DARI 2……..SAAT WIN-WIN SOLUTION TIDAK LAGI CUKUP UNTUK MENYELESAIKAN KONFLIK.

Marilah kita lihat Besi, ia akan  patah pada 60.000 PSI, Kromiun akan patah pada 70.000 PSI, Nikel akan patah dengan 80.000 PSI. bila ditotal adalah 60.000 + 70.000 + 80.000 = 210.000. Tetapi bila mereka kumpul dengan proporsi tertentu, meraka baru akan patah dengan kekuatan 300.000 PSI, ada tambahan 90.000 PSI. Kekuatan ekstra inilah yang akhirnya memampukan manusia menciptakan mesin jet. Sebab tekanan dan panas yang luar biasa akan melumerkan ke 3 logam itu sebelum digabungkan. (R. Buckminster Fuller, Synergetic-Exploration in the Geometry of Thinking). Bila 1 kayu akan mampu mengangkat sebuah beban tertentu X, kayu yang lain akan mampu mengangkat Y. Bila kita gabungkan 2 kayu itu, maka akan mampu mengangkat beban bukan X + Y, tetapi jauh lebih dari itu.  Burung-burung yang terbang dengan formasi “V” akan mampu terbang hampir 2x lebih jauh masing-masing burung itu, bila dibandingkan dengan sendiri-sendiri. dst..dst…itulah contoh kekuatan sebuah Sinergi.

 

Dialog Sunnah-Syiah

 

Apakah yang dipikirkan Sunnah-Syiah? Sejak 700 tahun lalu sampai sekarang tetap seperti ini? Dialog-dialognya tetap sama. Lihat dialog Al Hilli dan Ibn Taymiyyah, bandingkan dengan dialog-dialog di website-website sekarang. Semua tetap dan tidak banyak berubah. Apakah Ilmu pengetahuan tidak berkembang….apakah cara berfikir, metode, riset dst kita tidak beranjak lebih baik. Mungkin kita perlu berfikir seperti kata Einstein; “Masalah Signifikan yang kita miliki tidak dapat dipecahkan pada level pemikiran yang sama dengan level saat kita menciptakannya” (Albert Einstein).

Dalam masalah Sunnah-Syiah, kita sudah mengetahui bahwa ini adalah realita sejarah Islam. Sejak awal-awal islam Skisme/Perpecahan terjadi yang menghasilkan Sunnah-Syiah (25% Syiah dan 75% Sunnah). Dalam Sejarah Islam konflik itu kadang berdarah-darah, kadang harmoni. Dinasti Abbasiyyah Sunnah-Syiah ada dan cukup harmoni, Dalam Dinasti Fatimiyyah Syiah yang lebih dominan. Mesir dahulu Syiah sekarang Sunnah, Iran dahulu Sunnah-Syiah sekarang Syiah, Irak (Syiah 65%, Sunnah 35%), Syiria (Sunnah 80%, Syiah 20%), Bahrain (Syiah 80%, Sunnah 20%), Sumatra dahulu Banyak Syiah sekarang tidak ada dst.

 

UPAYA SINERGI MUNGKINKAH?

 

Ini bisa dipikirkan baik oleh kaum Syiah atau Sunnah dimanapun mereka saat “Berfikir Konflik”

*) Apakah kita Siap melakukan kekerasan, memutuskan untuk TIDAK LAGI mengalah, dan menghukum “musuh” Kita?

*) Apakah kita berperan sebagai korban, dengan tidak berdaya menunggu orang lain menyelamatkan kita?

*) Apakah kita ‘Berfikir Positif’ secara ekstrem dan berpura-pura tidaka ada masalah.

*) Apakah kita duduk dengan tabah, tanpa harapan bahwa keadaan akan membaik? Di dalam hati, apakah kita meyakini bahwa semua obat tidak lebih dari Plasebo?

*) Apakah kita terus bekerja keras, seperti semua orang yang berniat baik. melakukan hal yang selama ini kita lakukan, dengan harapan tipis bahwa bagaimanapun keadaan akan membaik?(Diambil dari buku : The 3rd Alternative; Buku Terakhir Sthephen R. Covey). “Masalah Signifikan yang kita miliki tidak dapat dipecahkan pada level pemikiran yang sama dengan level saat kita menciptakannya” (Albert Einstein).

 

Syiah dengan Sejarahnya, Syiah dengan hadist-hadist-nya. Sunnah dengan sejarahnya, sunnah dengan hadist-hadist-nya. Sunnah-Syiah dengan semua permasalahannya. Kalau kita hanya berfikir dilevel kita (Islam-MU dan Islam-KU), maka Solusi, Sinergi tidak akan terjadi. Mungkinkah kita berfikir ISLAM-KITA? Bagaimana ini bisa terjadi? Berfikir bukan hanya mencoba untuk mencari alternatif WIN-WIN SOLUTION. Sebab win-win Solutian itu artinya adalah 1 + 1 = 1,5, 1,75 dst, yang pasti 1 + 1 = Kurang dari 2. Mengapa seperti itu? Sebab dalam berfikir win-win solution, satu sama lainnya harus/akan siap mengurangi bagian-bagiannya. Ini BUKAN SOLUSI YANG BAIK. Mungkinkah kita berfikir SINERGI? Sehingga 1 + 1 = 3 arau 5 atau 7, yang pasti lebih dari 2.

ISLAM MEMERLUKAN BERFIKIR DAN MENGUPAYAKAN SINERGI INI, SEBAGAI UPAYA UNTUK TIDAK HANYA MENYELESAIKAN MASALAH INTERNALNYA. TETAPI UNTUK BANGKIT KEMBALI MENGHADAPI SECARA SEJAJAR DENGAN BANGSA LAIN DAN BERJAYA. AMIEN..AMIEN…YA ROBBAL ALAMIEN.

Tentang pendidikan positif

Kami adalah Pendidik, Guru, Dosen dan Trainer. Alumni Pasca Sarjana Univ Brawijaya Malang, sekarang studi lanjut di Department Psychology. Kami mengembangkan Seminar, Workshop, dan berbagai Test berbasiskan psikology. Mulai dari 1. Workshop berbasiskan Multiple Intelligence, Topografi Otak, Power Personality, Performance Barrier, Succes with Understanding Personality, Otak Kanan- Otak Kiri, bagaimana mengetahui dan memanfaatkannya untuk sukses dll. Semua itu untuk pengembnagan SDM dan Human Capital. Baik untuk Guru, anak-anak (TK, SD, SMP, SMA, PT), juga untuk karyawan Industri dan Perusahaan. 2. Test test yang mendukung workshop dan seminar diatas seperti; a) Test Multiple Intelligence, b) Test Personality, c) Test Performance Barrier dll. Konsep Kami adalah......Discovering Your Royal road to learning, achievable and Personal Satisfaction. Bagaimana caranya? Caranya dengan discovering your talent, your ability (dengan pemahaman, test), the right place....maka sukses dan bahagia akan mudah didapatkan. Positif Pendidikan adalah Pendidikan yang berusahan menjadikan pebelajar (siapapun yang belajar), akan mampu untuk meraih tidak hanya sukses (achievable) tapi juga bahagia (will-being). Success and Happy.
Pos ini dipublikasikan di Lain-lain. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s