Spiritual Management = Sufi Masa Kini

Kalau kita berbicara tentang spiritual, maka sepertinya imaginasi kita akan mengarah ke masjid, Biara, Kuil atau gereja bahkan mungkin tempat pertapaan-pertapaan tertentu. Tetapi kalau kita sedikit lebih dalam, dan mencoba mengurai sebuah hadist yang berbunyi, man arofa nafsah faghot arofa robbah (barang siapa mengenali dirinya maka ia akan mengenali Tuhannya), atau hadist lain berbunyi, khoirun nass anfauhum linnas (sebaik-baik manusia adalah orang yang paling banyak manfaatnya untuk orang lain).

Bila kita menggabungkan keduanya, maka kita akan menemukan sosok manusia terbaik adalah bukan di kuil, di masjid, tetapi mereka yang berhubungan dengan sebanyak-banyaknya manusia, dan berusaha memberikan kontribusi terbanyak buat dunia, tanpa mengurangi nilai-nilai kepribadian dirinya. Siapakah orang-orang ini? Dimanakah kita bisa menemukannya? Apa ciri-cirinya? Dst….

Perlu dijelaskan disini bahwa kita tidak sedang bicara tentang ajaran tertentu, tetapi sedang mencoba mengurai siapa pemilik, bahkan yang mencoba menerapkan nilai-nilai universal itu.

 

Bisnis, Manajemen dan Spiritual

Cobalah kita bergaul dengan para CEO, atau para pemimpin Besar. Atau kita sedikit melihat statetmen dan upaya-upaya yang dilakukan seperti Jack Welch (CEO General Electric, dalam The GE Way Fieldbook: Jack Welch’s Batle Plan for Corporate Revolution, New York, 1999), Steve Jobs (Apple, dalam Apple Way), Warren Buffet (Investor kelas dunia) dll. Mereka manusia-manusia biasa, tetapi kerja mereka, penempaan diri mereka, kontribusi mereka, upaya yang dikembangkan mereka, visi persaingan mereka, upaya-upaya yang ditawarkan kepada dunia, dll. Jelas mereka bukan manusia-manusia biasa. Mereka mengendalikan ratusan ribu bahkan jutaan pekerja, upaya mensejahterakan mereka, memompa talenta, pengembangan diri dll. Mungkin kita dengan sinis mengatakan; tujuan mereka adalah pada ego mereka, mereka mengembangkan orang untuk kepentingan mereka, untuk materialisasi dst…dst. Jawabannya bisa benar, bisa tidak.

Bisnis era sekarang sudah mulai bergerak kepada gelombang ke 4, dimana persoalannya sudah bukan memaksimalkan keuntungan bagi pemilik perusahaan, tetapi dewasa ini pemikirannya bahwa maksimalisasi keuntungan stakeholder dapat dicapai dengan baik justru dengan memperhatikan manusia, memanusiakan manusia, melakukan langkah-langkah yang harmonis dengan seluruh partisipan dan lingkungan tempat perusahaan berada. Business is business sudah tidak berlaku lagi. Business sudah melangkah, kalau menggunakan istilah Stephen Covey dari win-win solution menjadi Sinergi. Dari sama-sama untung, menjadi berkembang bersama, dengan sama-sama untung yang lebih besar secara bersama.

Perhatian pada kemanusiaan, egalitarianism sudah bergerak. Ini dimulai dari soal imbalan (remunerasi), perbandingan CEO dan karyawan tingkat rendah sudah melorot jauh dibandingkan dulu. sense of belonging dengan kepemilikan saham karyawan, perlakuan mereka terhadap directur dan tukang sapu sama. Juga kepekaan pada lingkungan hidup (sustainable development), bahkan sebagian mereka langsung berhubungan denngan Spiritual.

Sebagai contoh John Naisbitt dan Patricia Aburdene dalam Megatrends 2000 mencatat, perusahaan multinasional dan merek-merek terkenal, mengeluarkan dana tidak kurang dari 4 miliar dolas AS pertahun untuk membayar konsultan yang dikenal sebagai bagian kecendrungan spiritualitas baru. Bisnis yang tidak etis sekarang dikatakan pasti akan hancur dalam waktu yang tidak lama.

Dalam buku pendahuluan The Power of Ethical Management, Kenneth Blanchard dan Norman Vincent Peale, menyatakan, “Kami percaya bahwa suatu aturan moralitas yang kuat dalam bisnis apapun adalah langkah awal menuju kesuksesan bisnis. Kami percaya bahwa para manajer etis adalah manajer-manajer yang Berjaya”.

Para Mistikus Korporat ini, melihat perusahaan sebagai perwujudan kolektif ruh (spirit), jumlah total ruh individu-individu yang bekerja di dalamnya. Mereka mengandalkan intuisinya dan tahu bagaimana cara menggunakannya pada saat diperlukan. Mereka menjalani hidup dari suatu basis spiritual, dan terus memelihara hubungan mereka dengan sifat spiritual diri mereka, orang lain, dan dunia di sekeliling mereka. Mereka terlibat dalam suatu bisnis dengan hati dan jiwa mereka sebagaimana dengan dompet mereka.

Mereka, para Mistikus Korporat bergerak dengan mudah dari dunia spiritual ke dunia bisnis. Mereka adalah para visioner dengan kaki yang tegak di atas tanah. Mereka mementingkan kesatuan segala sesuatu, tetapi pada saat yang sama, mereka mampu memusatkan perhatian pada detail.

Ciri-ciri para Mistikus Korporat, menurut Hendricks dan Ludeman:  

 1. Kejujuran Total

Para Mistikus Korporat, mengatakan hanya yang benar dan mengatakannya dengan konsistensi total. Bagi mereka, integritas bukanlah semata-mata gagasan yang mulia, ia adalah alat bagi kesuksesan personal dan korporat. Mereka juga amat jujur kepada diri mereka sendiri, betapapun kadang-kadang kebenaran itu menyakitkan. Sekadar contoh; bagaimana rasa tidak enak itu dihilangkan, bagaimana budaya kritik, keterbukaan dibangun sedemikian rupa, bagaimana kesalahan dilaporkan, dikoreksi dan diberi imbalan (baik itu reward atau punishment) dst. Lihatlah sekadar contoh pendekatan dari Jack Welch dengan pertemuan di GE Work-Out.  

2. Fairness

Para Mistikus Korporat melakukan apa yang mereka katakan dan tidak mengatakan apa yang tidak mereka lakukan. Di antara keunggulan para Mistikus Korporat adalah kemampuan mereka untuk bertanya, “Apakah hal ini fair bagi semua pihak?” meskipun dalam situasi pressure yang amat besar. Lihatlah penilaian gaji, system kenaikan jenjang, pangkat. Bahkan dalam persaingan dengan para musuhnya. Seakan jiwa-jiwa kesatria mengalir pada tubuh mereka.

3. Pengetahuan tentang Diri Sendiri

Para Mistikus Korporat amat concern terhadap pentingnya belajar tentang diri mereka sendiri. Mereka mengenali bahwa pikiran, tubuh, dan ruh adalah alat-alat yang dengannya kita melakukan tindakan. Oleh karenanya, mereka memberikan perhatian besar pada upaya menguji motif-motif, sejarah (masa lampau), dan perasaan-perasaan mereka. Lihatlah pengembangan diri mereka, komitment, ketepatan waktu dll. Bagaimana mereka membentuk dirinya dan membentuk lingkungannya agar memaksimalkan seluruh potensinya. Kita tidak sedang berbicara tentang aliran keagamaan. Tetapi manusia-manusia yang mampu mengelurakan, mendorong, melatih sehingga banyak manusia-manusia lain menjadi dirinya, menjadi lebih berpotensi. Maka mereka adalah guru-guru terbaik. Mereka adalah pendidik-pendidik handal. Bukan dengan ucapannya, tetapi dengan sikapnya, prilakunya, contoh-contohnya bahkan mempersiapkan lingkungan yang mendukung proses belajar mengajar itu.

4. Fokus pada Kontribusi

Para pangusaha sukses sering digambarkan sebagai orang yang serakah. Sejatinya tidaklah demikian, mereka justru amat concern pada kesejahteraan dan empowerment orang lain. Kontribusi (mereka terhadap orang lain) selalu berada di latar depan niat-niat mereka.

Tidak ada kata puas dalam diri mereka, sebab manusia selalu mesti menjadi climber (naik-naik dan naik). Bukan puas dengan keberhasilan tertentu (camper). Kontribusi-kontribusi adalah hal yang mesti dilakukan. Kontribusi itu banyak maknanya. Peter F. Gonta dalam salah satu acara di televise mengatakan, untuk bebas secara financial (ala Robert Tyosaki) tidaklah sulit. Sebab dengan kekayaan ratusan milyar, atau triyunan bahkan, orang bisa berhenti menikmatinya. Tetapi berkinerja, berkontribusi, berhenti melihat kesempatan, itu hal mustahil buat mereka.

5. Spiritualitas (Non-dogmatik)

Semua karakteristik para Mistikus Korporat itu pada dasarnya adalah dasar-dasar spiritualitas universal dan perenial. Lebih dari Itu, sebagai spiritualis, mereka memiliki kelebihan untuk melihat bahwa di balik hal-hal yang partikular terdapat kesaling-hubungan universal yang mengikat segala sesuatu. Dalam hidup manusia ingin meraih Gold (kekayaan, emas, deposito, saham dst), Glory (kemashuran, pangkat, kewibawaan dst) dan Gospel (membantu manusia miskin, pahala, keadilan, pemerataan dst). Mereka ingin mendapatkan semuanya dengan cara-cara dan nilai-nilai diatas.

6. Mencapai Lebih Banyak Hasil dengan Lebih Sedikit Upaya

Inllah salah satu kredo dan gaya bekerja para Mistikus Korporat. Mereka belajar untuk memusatkan perhatian pada masa sekarang. Hanya jika kita berada pada masa sekarang—bukannya terjebak dalam penyesalan terhadap masa lampau dan kekhawatiran tentangmasa depan—waktu bisa ditaklukkan. Ini karena memang hanya masa sekaranglah yang bisa dikelola. Kita bisa melihat bagaimana Steve Jobs jatuh bangun dari bisnisnya. Bagaimana rasa optimism, tidak cengeng dan patah arang. Mengejar impinan-impian dengan perbaikan-perbaikan.

7. Membangkitkan yang Terbaik dalam Diri Mereka dan Orang Lain

Segenap tradisi mistik berbicara tentang ruang yang jernih di pusat diri kita, apakah itu disebut jiwa, ruh, atau esensi. Inilah yang oleh sebagian orang disebut sebagai diri-lebih-tinggi, yang pmcarminkan inti diri kita. Para Mistikus Korporat mengetahui cara untuk selalu memelihara focus pada esensi diri mereka sendiri, dan juga pada diri orang lain, juga membangkitkannya.

Mereka tidak hanya terbaik (dengan penempaan, olah rasa pada dirinya), tetapi mereka membuat orang lain menjadi baik dan meyakini bahwa hasil terbaik harus dilakukan dengan bersama-sama orang-orang terbaik. Konsep The right man on the Right place, talent management dst adalah upya-upaya kearah ini.

8. Keterbukaan terhadap Perubahan

Para Mistikus Korporat memiliki penghormatan, bahkan kesenangan terhadap perubahan hingga ke tulang sumsum mereka. Mereka tahu bahwa segala sesuatu terus berubah— memang begitulah kehidupan berjalan. Dengan demikian, mereka mampu melepaskan kecenderungan untuk merasa benar karena sikap seperti ini sering menghalangi kita untuk bisa terus-menerus beradaptasi terhadap perubahan. Sebaliknya, para Mistikus Korporat terus belajar mengenai cara mengalir bersama perubahan dan bahkan berkembang di atas perubahan itu. Para nonmistikus biasanya mengalami mabuk laut di tengah perubahan karena mereka menipu diri dengan menganggap masih berada di daratan yang kering.

9. Cita-Rasa Humor yang Tinggi

Para Mistikus Korporat banyak tertawa. Mereka mudah melihat kekonyolan hidup hewan yang bernama manusia ini. Mereka pun cepat memasukkan diri mereka ke dalam humor-humor yang mereka buat karena mereka menyadari kesakralan dan, terkadang, absurditas hidup ini.

10. Visi Jauh ke Depan dan Fokus yang Cermat

Para Mistikus Korporat memiliki bakat untuk mengajak orang memiliki mimpi-mimpi besar. Mereka bisa berdiri pada masa depan dan menggambarkan peta terperinci tentang cara mencapainya.

11. Disiplin-Diri yang Ketat

Para Mistikus Korporat amat berdisiplin. Akan tetapi, disiplin mereka bersumber dari gairah. Pada umumnya, mereka tak bertumpu pada disiplin otoriter yang didorong oleh rasa takut. Mereka memotivasi diri mereka melalui suatu sense of purpose yang jelas. Alih-alih kaku, model disiplin seperti ini menjadikan mereka fleksibel dan mudah menyesuaikan diri. 12. Keseimbangan

Para Mistikus ini selalu mencari keseimbangan hidup mereka dalamsedikitnya empat bidang kehidupan: keintiman (perkawinan, keluarga, dan persahabatan), pekerjaan, spiritualitas, dan masyarakat (termasuk kehidupan sosial dan politik). Seperti yang dikatakan oleh Stephen Covey, keseimbangan dibutuhkan bagi pancapaian sukses yang sebenarnya.

 

Kutipan Contoh  Teks Jack Welch

Saya tidak sedang berupaya memasukkan orang tertentu dan mengeluarkan orang lain dalam kontruksi Mistikus Korporat. Tetapi jack Welch, kita bisa melihat kutipan-kutipan kerjanya di GE. Dalam Welch’s Trademark Message dia mengatakan; Bisnis ini sederhana, jangan membuat bisnis terlalu rumit, jangan takut perubahan, berubah sebelum anda dipaksa harus berubah. Lawan birokrasi, gunakan akal dan kemampuan karyawan, temukan siapa yang mempunyai ide terbaik dan praktekkanlah. 4 filosofi GE yaitu Imagine (kami menggunakan imajinasi pada pekerja untuk pelanggan, orang-orang dan masyarakat kami), Solve (kami membantu menyelesaikan beberapa masalah berat dunia), Bulid (kami adalah suatu kultur berkinerja yang membangun pasar, orang-orang, dan nilai pemegang saham) dan Lead (kami adalah meritrocracy yang memimpin melalui pembelajaran, inklusif, dan perubahan.

Kita bisa perpanjang kutipan-kutipan ini dari yang lain seperti Steve Jobs, Warrant Buffet, Stan Shih dll.

Sekali lagi……..mereka bukanlah manusia-manusia ‘Religius’, tetapi mereka adalah manusia-manusia ‘Religius dalam arti yang lainnya’. Mirip dengan kutipan,  “Dalam diri mereka ada seorang Islam (Beragama), tapi bukan Muslim (manusia-manusia yang mengaku beragama Islam). Bagaimana dengan Kita?

 

Sumber :

Diambil dari : Gay Hendricks & Kate Ludeman, 2003, “The Corporate Mystic”, Cet-III, Kaifa, Jakarta. Khususnya pengantar dari Haidar Bagir, “Dari Etika ke Mistisisme”, Trend Baru Manajemen Perusahaan.

Robert Slater, 1999, The GE Way Fieldbook: Jack Welch’s Batle Plan for Corporate Revolution, The McGraw-Hill Companies, New York.

Vincent Gaspers, 2012, “All-in-One Talent Management, 27 Concept, Models and Analyses in Human Capital and Management System” , Vinchristo Publication.

Darmin A. Pella & Afifah Inayati, 2011, “Talent Management, Building Human Capital for Growth and Excellence, Gramedia, Jakarta.

Tentang pendidikan positif

Kami adalah Pendidik, Guru, Dosen dan Trainer. Alumni Pasca Sarjana Univ Brawijaya Malang, sekarang studi lanjut di Department Psychology. Kami mengembangkan Seminar, Workshop, dan berbagai Test berbasiskan psikology. Mulai dari 1. Workshop berbasiskan Multiple Intelligence, Topografi Otak, Power Personality, Performance Barrier, Succes with Understanding Personality, Otak Kanan- Otak Kiri, bagaimana mengetahui dan memanfaatkannya untuk sukses dll. Semua itu untuk pengembnagan SDM dan Human Capital. Baik untuk Guru, anak-anak (TK, SD, SMP, SMA, PT), juga untuk karyawan Industri dan Perusahaan. 2. Test test yang mendukung workshop dan seminar diatas seperti; a) Test Multiple Intelligence, b) Test Personality, c) Test Performance Barrier dll. Konsep Kami adalah......Discovering Your Royal road to learning, achievable and Personal Satisfaction. Bagaimana caranya? Caranya dengan discovering your talent, your ability (dengan pemahaman, test), the right place....maka sukses dan bahagia akan mudah didapatkan. Positif Pendidikan adalah Pendidikan yang berusahan menjadikan pebelajar (siapapun yang belajar), akan mampu untuk meraih tidak hanya sukses (achievable) tapi juga bahagia (will-being). Success and Happy.
Pos ini dipublikasikan di Lain-lain. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s