Stop Legalitas Agama atas Kekerasan

Saat terjadi kekerasan, pembunuhan massal, Pembantaian, Pengkrusakan, Pembakaran rumah penduduk dst yang mengatasnamakan agama. Para agamawan dan banyak orang beragama lain mengatakan; “Agama tidak mengajarkan Kekerasan”, “Agama mengajarkan

menghormati sesama”, “Islam itu cinta damai”, Islam adalah Rahmatan Lil alamin dst..dst. Dengan mengutip ayat-ayat, hadist, cerita-cerita yang menunjukkan presedent dan contoh serta bukti itu semua.
Tetapi agama sebagai sebuah system ajaran, agama itu membuka peluang penafsiran yang memberikan pembenaran bentuk-bentuk kekerasan. Lihatlah defisini ‘KAFIR’, lihatlah definisi ‘SYIRIK’, sehingga satu dengan lainnya bisa mengkafirkan yang lain, mensyirikkan yang lain dst. Bila sudah diputuskan menjadi “KAFIR’, “Syirik”, dll (dan ini dalam ranah penafsiran) maka “Konsekuensi Tindakan” yang mendukung kekerasan (Halal darahnya, tidak dijamin harta dan kehormatannya, dst.. dst) bisa diambil.
Disini sepertinya para agamawan, teolog, guru agama, belum sampai pada suatu titik yang mengatakan bahwa, “Apappun pembenaran bila merendahkan martabat manusia, maka suatu penafsiran harus dipertanyakan keabsahannya”.

Tentang pendidikan positif

Kami adalah Pendidik, Guru, Dosen dan Trainer. Alumni Pasca Sarjana Univ Brawijaya Malang, sekarang studi lanjut di Department Psychology. Kami mengembangkan Seminar, Workshop, dan berbagai Test berbasiskan psikology. Mulai dari 1. Workshop berbasiskan Multiple Intelligence, Topografi Otak, Power Personality, Performance Barrier, Succes with Understanding Personality, Otak Kanan- Otak Kiri, bagaimana mengetahui dan memanfaatkannya untuk sukses dll. Semua itu untuk pengembnagan SDM dan Human Capital. Baik untuk Guru, anak-anak (TK, SD, SMP, SMA, PT), juga untuk karyawan Industri dan Perusahaan. 2. Test test yang mendukung workshop dan seminar diatas seperti; a) Test Multiple Intelligence, b) Test Personality, c) Test Performance Barrier dll. Konsep Kami adalah......Discovering Your Royal road to learning, achievable and Personal Satisfaction. Bagaimana caranya? Caranya dengan discovering your talent, your ability (dengan pemahaman, test), the right place....maka sukses dan bahagia akan mudah didapatkan. Positif Pendidikan adalah Pendidikan yang berusahan menjadikan pebelajar (siapapun yang belajar), akan mampu untuk meraih tidak hanya sukses (achievable) tapi juga bahagia (will-being). Success and Happy.
Pos ini dipublikasikan di Filsafat dan Agama. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s