FILM “DARAH GARUDA”, MITOS DAN ‘SELF-IMAGE’

Saya adalah pengemar film, sehingga kalau ada waktu luang, maka saya pasti habiskan itu untuk nonton film dan film. Kadang kalau lagi stress atau suntuk, saya bisa melihat 3 film dalam semalam. Beberapa hari yang lalu, karena malas berkegiatan… Tanpa disangka, untuk mengisi waktu, saya melihat film “DARAH GARUDA”, disalah satu setasiun TV (SCTV kalau tidak salah). Sebuah film Revolusi-Kemerdekaan yang cukup bagus. Bukan masalah alur cerita, scenario, disain, music atau lainnya yang selayaknya menjadi penilaian sebuah film dalam festival. Tapi saya senang karena film ini memberikan sebuah self-image (citra diri) yang positif terhadap bangsa. Walau mungkin realita sejarahnya sangat mungkin dipertanyakan, tetapi ini sangat bagus sebagai tontonan. Kita bisa bandingkan film-film itu dengan film-film Hollywood utamanya yang dibintangi Sylvester Stallone. (Download Filmnya: http://download.duniaboxoffice.com/download-188-darah-garuda-2010.html)

PE-MOTIVASI-AN

Kita mesti bedakan antara pe-motivasi-an dengan kata-kata atau kepercayaan seoerti ini; “kalau berusaha akan sukses”, “kalau mau pasti bisa”, seperti film ‘lascar-pelangi’, tayangan-tayangan juara olimpiade dst. Dengan pe-motivasi-an kita berkata seperti ini; bahwa “Kamu itu hebat”, “Tidak ada sejarahnya Indonesia Kalah” dst..dst. Kita sekali lagi bisa melihat film-film bernada terakhir ini (pemotivasian) di film-film AS. AS adalah penyelamat sebuah bangsa, peduli pada rakyat dan kesejahteraan bangsa lain, penyelamat dunia, keadilan dijunjung tinggi, dst..dst. Lihat contohnya film ‘First blood’, Armageddon dll….bahkan AS adalah penyelamat bumi saat bertempur dengan binatang jahat, kelompok galaksi lain dst yang mengganggu bumi. Beda dengan tontonan pertelevisian kita. Tayangan pertelevisian kita, hampir tidak ada sesuatu yang memberikan ‘Citra Diri Bangsa yang Positif’. Kalau tidak cengeng ya kita akan bercerita keburukan bangsa ini.  Kritik memang baik…tetapi selalu mengkritik, bahkan tidak berimbang berbahaya.

Sodoron bahwa bangsa ini “baik” dalam segala halnya (rata-rata) dibandingkan dengan sodoron bahwa bangsa ini “jelek” dalam segala halnya (rata-rata) sangat timpang. Sehingga apa yang terjadi? Kita akan mudah menerima bahwa kita ini ‘jelek’, dibandingkan dengan bangsa kita ini ‘baik’. Ada ke-minderan, ada inferiority Complex, bukan karena kita bangsa terjajah, tetapi kita sendiri yang tidak mau lepas dari mentalitas itu, dan bangsa lain memperburuk keadaan itu.

FILM HOLLYWOOD, MITOS DAN PEMITOSAN

 

Kalau kita melihat Orang Amerika/Eropa, apa yang terpersepsi pada diri kita? Rasional, Ilmiah, Tepat Waktu, bersih dst….apa ini benar? Memang semua itu ada benarnya..tapi sebagiannya sudah menjadi Mitos. Apa itu Mitos? Mitos adalah Pencampuran antara Sejarah, realita sebenarnya dan Angan-angan sosial, idealisasi, harapan. sehingga sebuah Peristiwa akan menjadi a-hostories.

Mitos sebanarnya tidak salah karena itu untuk tujuan-tujuan tertentu yang ‘baik’ tetapi; Yang mesti kita ’perbaiki’ adalah pemitologian. Sehingga mitos menjadi ideologi dan pemistikan.  Dalam mitos ada ’penyembahan idola-idola’, segala sesuatu yang di ‘sakralkan’. Proses penyelewengan mitos, yang berdasarkan simbol, menjadi penyembahan idola, disebut pemistikan (pemitologian, mistifikasi). Pemitosan itu dapat ’dikurangi’ atau ditiadakan dengan ’Pengingatan Kembali’.

Denngan menunjukkan Kekurangan dari Mitos itu lewat sejarah, raelita dan anomali-anomali ketidak benaran idiolaisasi dan sakraliasi-nya.

Kita lihat film Sylvester Stallone, dan film-film perang AS lainnya, banyak yang bernuansa Vietnam, mengapa? Ini untuk membuang Self-Image bahwa mereka “gagal”. AS sebenarnya jarang sekali berperang secara langsung…pada intinya. Saat perang dunia I dan II, AS secara ‘asli’ tidak banyak berperan tetapi banyak menikmati (Salah satunya adalah hak Veto).

Film-film itu ada fakta sejarahnya (walau sangat kecil), tetapi diangkat untuk keperluan tontonan dan pembentukan self-image serta menjadikannya Mitos.

Amerika, Negara dengan percaya diri yang sangat tinggi bahkan over-confidence (sehingga sangat arogan). Mereka kalau berfikir selalu ‘mendunia’. Saking percaya dirinya, rata-rata orang-orang dan ilmuwan AS tidak mengerti kecuali bahasa ibu-nya, inggris.

Saya disini sekadar melihat berbagai tayangan film-nya, kita lihat film ‘Bodyguard’, ini hanya sebuah film, bandingkan film ini dengan realita aslinya.

Bandingkan ini dengan, “bodyguard” Sayyid Hasan Nasrullah (tayangannya bisa di download di Youtube). Kita bisa percaya dan yakin AS itu sangat canggih, kaya dan superpower, sehingga akhirnya dunia percaya kepada kehebatannya yang akhirnya mempercayakan jaminan keuangan bank-nya hanya pada trust, bukan emas…dst. Kita bisa percaya dengan kehebatan senjatanya….tapi kita bisa lihat bagaimana pesawat siluman pengintai generasi terbaru, ternyata masuk ke wilayah Iran dan dijatuhkan.

Cerita-cerita, film dan lainnya tentang AS itu memberikan ‘citra’, imagination tertentu….yang akhirnya menjadi hitam-putih, sebuah Mitos yang a-histories. Yang anehnya kita percaya itu….kita yakini itu.

KEYAKINAN DAN SUKSES

Apapun bisa mungkin bila kita meyakininya….bahkan tindakan yang sangat baik, ketahanan yang sangat tinggi dan yang paling brutal-pun bisa dan mungkin dilakukan.

Apabila kita yakin dengan apa yang kita inginkan, berpegang teguh, meninggalkan kata tidak pada setiap hal, membakar jembatan di belakang kita, obsesi menguasai diri kita…maka pasti kenyataan akan datang. Apapun menjadi mungkin bila kita ‘yakin’. Betapa banyak yang mengatakan mustahil, tetapi orang tertentu (penemu) dengan yakin, akhirnya kemustahilan itu hilang.

Keyakinan adalah keadaan pikiran yang bisa dirangsang atau diciptakan, oleh peneguhan atau intruksi yang kontinyu pada pikiran bawah sadar, melalui prinsip sugesti pribadi. Tayangan Televisi adalah peneguhan yang sangat effektf….apa buktinya? Tidak perlu riset dan lain-lain….kita lihat saja mengapa perusahaan-perusahaan besar berani membayar sekian mahal spot Televisi, bila mereka dengan segala peralatan risetnya tidak yakin bahwa itu adalah sarana perubah perilaku.

Keyakinan adalah ahli kimia dalam pikiran, kalau itu diperpadukan dg pemikiran pikiran bawah sadar, seketika kita akan menangkap getaran tsb, dan mengirimnya kepada intelegensi tanpa batas     ( =Tuhan), seperti saat kita berdoa. Dengan keyakinan apapun menjadi mungkin. Keyakinan itu bekerja dialam bawah sadar (ABS)….Tetapi sebenarnya dan sudah dibuktikan lewat ilmu-ilmu psikologi, neurosain, NLP (Neuro linguistic program) dll. Kita mampu untuk MENIPU alam bawah sadar kita, sehingga ia percaya itu….dan akhirnya menjadi Rencana-Tindakan Kita.

Untuk menipu alam bawah sadar, BERSIKAPLAH SEAKAN-AKAN kita memiliki dan sudah memiliki apa yang kita inginkan itu/harapkan.

Film-film, tayangan televise itu sebenarnya sangat-sangat efektif untuk membentuk keyakinan bahwa kita ini baik, kita ini mampu, kita ini sukses, kita ini Negara besar, kita ini Negara baik, Negara dengan harga diri tinggi, kita ini adalah Negara dengan prospek Negara terbesar islam, kita ini Negara super-power dalam dunia islam…kita ini…dan kita ini. Semua itu bukan omongan bulsyet…..bukan kebohongan, tetapi pembentukan self-image….citra diri positif. Dan sekali lagi kita perlu ingat….bila kita yakin….maka apapun itu mungkin. Tanpa sedikitpun penipuan, irasionalisasi dan pembodohan. Hanya sebuah tontonan dan pemberitaan perimbangan…..  Wallahu A’lam Bi Al Shawab

 

 

Muhammad Alwi

 

Tentang pendidikan positif

Kami adalah Pendidik, Guru, Dosen dan Trainer. Alumni Pasca Sarjana Univ Brawijaya Malang, sekarang studi lanjut di Department Psychology. Kami mengembangkan Seminar, Workshop, dan berbagai Test berbasiskan psikology. Mulai dari 1. Workshop berbasiskan Multiple Intelligence, Topografi Otak, Power Personality, Performance Barrier, Succes with Understanding Personality, Otak Kanan- Otak Kiri, bagaimana mengetahui dan memanfaatkannya untuk sukses dll. Semua itu untuk pengembnagan SDM dan Human Capital. Baik untuk Guru, anak-anak (TK, SD, SMP, SMA, PT), juga untuk karyawan Industri dan Perusahaan. 2. Test test yang mendukung workshop dan seminar diatas seperti; a) Test Multiple Intelligence, b) Test Personality, c) Test Performance Barrier dll. Konsep Kami adalah......Discovering Your Royal road to learning, achievable and Personal Satisfaction. Bagaimana caranya? Caranya dengan discovering your talent, your ability (dengan pemahaman, test), the right place....maka sukses dan bahagia akan mudah didapatkan. Positif Pendidikan adalah Pendidikan yang berusahan menjadikan pebelajar (siapapun yang belajar), akan mampu untuk meraih tidak hanya sukses (achievable) tapi juga bahagia (will-being). Success and Happy.
Pos ini dipublikasikan di Filsafat dan Agama. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s