Leadership dan Diagnosis Psyco-Diagram, The key to Happiness (Sukses Tanpa Effek Samping)

“Barang Siapa Mengetahui dirinya, maka dia akan mengetahui Tuhannya.”

“Kenalilah Dirimu”, kata Sokrates.

 

Hampi semua dari kita pernah mendengar kata-kata itu. kata-kata singkat, padat da penuh makna. Makna kalimat diatas  tak akan habis-habis kalau dibahas. sebab diri kita ini ibarat Mikrokosmos dan Makrokosmosnya adalah Alam Semesta. Bila kita mengetahui “Kediri-an” Kita, maka banyak manfaat dan kebaikan yang dapat kita peroleh. Karena kita akan mampu mengenal Makrokosmos dan Tuhan Kita.

Semacam kata-kata ahli Fisika Modern yang mengatakan, rumus atau teori itu makin hebat, bila sedikit penulisannya dan sangat luas konsep yang dikandungnya.

Dalam hubungan dengan Sukses Karier dan Kehidupan, Human Capital (SDM) kita bisa mengatakan; Bila kita bisa menyadari dan sadar apa yang tengah terjadi dalam kehidupan kita. Ketika kita mampu secara jujur melakukan SWOT analisis…maka kita dapat melakukan penyesuaian-penyesuaian yang diperlukan untuk menjalani kehidupan yang lebih baik dan memuaskan. Jika Kita mengetahui dimana kita berada, kita bisa lebih baik dalam menilai apa yang akan kita lakukan dan bagaimana kita melakukannya.

Dalam pembicaraan-pembicaraan kita, rapat-rapat, pelatihan dst. Kita sering, bahkan selalu mendapat ide yang bagus, rencana yang bagus, saran-kritik yang baik-baik. Tetapi kita sering kali itu semua sebatas ide, gagasan, saran-kritik. Tidak sampai dalam implementasi dilapangan. Mengapa?

Dalam MANAJEMEN secara sederhana kita mengenal POAC (Planning-Organizing-Actuating and Controlling). POC (Planning-Organazing dan Controlling) itu ‘cukup’ mudah. Sebab siapa yang tidak mampu merencanakan (banyak dari diri kita, pegawai kita dst yang mampu untuk itu. itu semua dibuktikan dengan ide bagus, saran-kritik bagus, bahkan penawaran solusi cukup baik), Organizing (banyak yang mampu, dengan bukti, mirip diatas, SDM kita cukup, tersedia secara jumlah dan kemampuan). Controlling jelas ini bisa sebab ‘hanya’ menjalankan apa yang sudah digariskan. Sekali lagi itu semua hanya menyederhanakan (Tidak sesederhana itu semestinya, ini hanya untuk tujuan tulisan ini).Yang lebih sulit adalah A (Actuating), Menggerakan orang untuk melaksanakan aktifitas organisasi yang sudah dicanangkan dalam tujuan awalnya. Disini (A) fungsi leadershif dan pemotivasian sangat dibutuhkan.

Oleh karenanya, semestinya Leadhership itu lebih didahulukan sebelum Managerialship (pengelolaan). Sebab setiap manusia pada dasarnya harus terlebih dahulu bisa memimpin dirinya, baru kemudian mengelola hidupnya. Dalam bahasa lain Effektif dahulu baru effisien (Lakukan Yang Benar = Effective, baru kemudian ‘Lakukan Dengan Benar = effisien).

Dalam bahasa lain….Tidak ada kemenangan organisasi, Perusahaan tanpa kemenangan dalam Manusia-nya (Human Capital, SDM-nya). Dan Tidak ada kemenangan, kesuksesan Manusia, tanpa diawali dengan kemenangan diri. Disinilah pentingnya fungsi A diatas. Yang berisi; Pemotivasian dan Leadhership. Sebab apapun itu dilaksanakan atau tidak dilaksanakan tergantung dari manusia-nya. Sebagus apapun Planning, serinci dan jelas apapun organizing dst….tidak akan dilakukan kalau manusianya tidak mau melakukan (termotivasi, terpimpin dan menang secara pribadi).

Tahu dirinya (potensi diri, talenta asli, discovering Ability), ditempatkan ditempat yang benar…diarahkan yang baik (Leadhersip)………….maka ‘hasil baik’ akan lebih mudah dicapai.

Sebagai contoh dalam salah satu konsep besar Diagnosisi Psiko-Diagram (ada 5 konsep sementara ini, yang kami tawarkan), mengatakan; Lewat test-test Psikologi bahwa manusia punya 4 sifat besar yaitu Pegawai, Analisi, Pemimpin dan Pengembira. Kemampuan Planning itu dominan dalam diri orang-orang berkepribadian Analis (Cenderung Keilmuan, biasanya otak kiri dst). Pelaksana di Type Pegawai, Sementara Kepemimpinan di Type Pemimpin (Dengan tambahan untuk sempurna bila berfikir otak kanan, Take-risk. Walaupun terkadang cenderung otoriter bila kebablasan), serta Pengembira berfungsi di Pengeratan organisasi (lebih kearah motivasi untuk rukun dan berkelompok, mengorkestra sesutau agar terjadi). Tidak ada yang ‘Baik’ dan super dalam type kepribadian itu. Itu semua sesuai dengan Keadilan dan maha Rahman dan Rahim Allah. “Bila Aku mau, maka akan Aku jadikan kalian dalam satu ummat, tetapi kalian di biarkan seperti ini, berbeda kecendrungan, pola pikir dll, agar kalian saling membutuhkan dan saling kenal serta berlomba-lomba dalam Kebaikan…untuk nantinya dinilai mana yang layak untuk Surga (Konsepsi Spiritual-Agama dari semua Reward, karena hasil baik) dan Neraka (Konsepsi Spiritual-Agama dari semua Punishment, karena Keingkaran dan Kesalahan).

Setiap Type Kepribadian punya kelemahan dan kelebihannya masing-masing. Jangan sampai terjadi Ifrat wa tafrid (Kelebihan dan kekurangan), Artinya sangat analisi (sehingga hati-hati), sangat leadership (sehingga mendominasi dan otoriter) dst. Jadilah kalian umat wasathan (ummat yang ditengah-tengah). Contoh; Bijaksana itu tengah-tengah antara Kedungunan dan Lancang, Keberanian itu ditengah-tengah antara Pengecut/Penakut dan Nekat. dst (Bisa dilihat di buku-buku Ethic atau Akhlaq karya Ibn Miskawaih dkk).

Dalam hidup kita punya dua Paradiqma yaitu APA YANG SEHARUSNYA (Normatif) dan APA ADANYA (Positif). Kita perlu yang Normatif untuk guide (petunjuk) sehingga kita bisa mengukur, kita sedang menjauhi atau mendekati guide itu. Tetapi kita jangan selalu berfikir apa yang seharusnya, sebab bila itu dominan maka kita menjadi orang yang ngawang-awang dan utopis dan mudah stress. Tetapi kita perlu berfikir Positif (apa adanya). Kondisi kita seperti ini, Kita ini manusia yang tidak sempurna dst. Martin Seligman (Psikolog “Positive” dunia, Freud Abad 21, Directur APA, American Psychology Association yang beranggotakan 16.000 psikolog lebih) mengatakan; Untuk Sukses dan Bahagia, Janganlah kita terlalu memikirkan kelemahan kita, tetapi kita perlu mengoptimalkan kelebihan-kelebihan kita.

Sekali lagi, Tahu dirinya (potensi diri, talenta asli, discovering Ability), ditempatkan ditempat yang benar…diarahkan yang baik (Leadhersip)………….maka ‘hasil baik’ akan lebih mudah dicapai.

 

Wallahu A’lam

Muhammad Alwi : Trainer Corporate Multiple Intelligence (CMI), Spiritual Multiple Intelligence (SMI), Integrasi Multiple Intelligence dan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP), dan Understanding Personality for Success. Alumni Pasca Sarjana, Human Resource Management, Univ Brawijaya Malang. Sekarang Studi lanjut di Departemen Psychology. Penulis buku, “Belajar Menjadi Bahagia dan Sukses Sejati”, Elexmedia Kompas-Gramedia, 2011, 304 hal.

Tentang pendidikan positif

Kami adalah Pendidik, Guru, Dosen dan Trainer. Alumni Pasca Sarjana Univ Brawijaya Malang, sekarang studi lanjut di Department Psychology. Kami mengembangkan Seminar, Workshop, dan berbagai Test berbasiskan psikology. Mulai dari 1. Workshop berbasiskan Multiple Intelligence, Topografi Otak, Power Personality, Performance Barrier, Succes with Understanding Personality, Otak Kanan- Otak Kiri, bagaimana mengetahui dan memanfaatkannya untuk sukses dll. Semua itu untuk pengembnagan SDM dan Human Capital. Baik untuk Guru, anak-anak (TK, SD, SMP, SMA, PT), juga untuk karyawan Industri dan Perusahaan. 2. Test test yang mendukung workshop dan seminar diatas seperti; a) Test Multiple Intelligence, b) Test Personality, c) Test Performance Barrier dll. Konsep Kami adalah......Discovering Your Royal road to learning, achievable and Personal Satisfaction. Bagaimana caranya? Caranya dengan discovering your talent, your ability (dengan pemahaman, test), the right place....maka sukses dan bahagia akan mudah didapatkan. Positif Pendidikan adalah Pendidikan yang berusahan menjadikan pebelajar (siapapun yang belajar), akan mampu untuk meraih tidak hanya sukses (achievable) tapi juga bahagia (will-being). Success and Happy.
Pos ini dipublikasikan di Psikologi dan Pendidikan. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s