Gen dan Misteri Kehidupan Kita

Pada suatu hari, beberapa teman membicarakan tentang makna dan hakekat kecerdasan kepada saya. Mereka bertanya, Pertanyaan itu simple walau cukup menggelitik. Pertanyaan itu adalah; apakah hakekat kecerdasan? Apakah pengaruh gen pada kecerdasan dan apakah kepribadian atau temperamen itu diturunkan (heriditas)?.

Saya tidak mampu menjawab semuanya saat itu, kita hanya membicarakan masalah gen. Untuk menjawab ini, saya berkata; Ada pengalaman direalita kehidupan bahwa, ada seseorang/keluarga  yang punya  ‘kecendrungan rambut berubah menjadi putih’, rambut botak dan lain-lain. Ini biasanya ditafsirkan sebagai mekanisme yang diturunkan, demikian juga dengan mata hijau, rambut keriting dan kepintaran (IQ). Tetapi beberapa decade sekarang menunjukkan bahwa, suatu syok yang sangat hebat dapat mengubah warna rambut seorang menjadi putih dalam satu hari saja.

Waktu itu saya memberikan jawaban cukup sekenanya dengan pendasaran ilmiah yang ‘kurang dari cukup’ untuk saat itu. Tetapi setelah sampai dirumah, pertanyaan itu ter-ngiang-ngiang, yang mengharuskan saya membuka-buka kembali memori dan buku yang saya miliki.

Tulisan ini terilhami oleh diskusi itu, dan saya ambilkan dari buku “The Divine Massage of the DNA”, karya ahli genetika dan peraih Nobel, Kazuo Murakami, Ph.D dan tentang Enzim dari “The Miracle of Enzime” karya Hiromi Shinya, MD, guru besar Albert Einstein College of Medicine, ahli gastroenterologist dan pelopor pembedahan menggunakan Kolonoskop.

Dikatakan dalam buku itu; Walau pada awalnya kami percaya bahwa dengan menafsirkan kode genetic itu akan memecahkan misteri kehidupan, semakin lama semakin jelas bahwa hidup tidaklah sesederhana itu….penemuan yang luar biasa bahwa gen kita tidak tetap, tetapi dapat berubah-ubah akibat dari berbagai factor. Memang benar bahwa keturunan memengaruhi karakteristik dan kemampuan setiap individu. Tetapi walaupun sifat-sifat itu diwariskan secara genetic, gen kita dilengkapi dengan suatu tombol nyala/padam = on/off yang dapat mengubah fungsi gen tersebut (hal 10-11). Lingkungan, olah raga dan lainnya meng on/off kan gen-gen tertentu. Dan yang luar biasa mekanisme on/off tersebut dapat dipicu oleh sikap mental. Ini semebanrnya pembuktian ilmiah bahwa cara-berfikir dapat mengaktifkan gen kita.

Dengan mempelajari bahwa gen dapat di on/off kan oleh lingkungan (olah raga dst) dan pikiran atau sikap mental, maka terbuka kemungkinan yang tak terbatas untuk mengembangkan potensi manusia. Katanya lagi, dia (Kazuo) menghipotesakan bahwa; kebahagiaan, keceriaan, inspirasi, rasa syukur dan doa dapat mengaktifkan gen-gen yang bermanfaat (hal 14). Sebagian hipotesa itu sudah terbuktikan.

Salah satu contohnya mekanisme on/off adalah; kondisi yang ekstrim, seseorang dapat memunculkan kekuatan super atau jatuh cinta dapat menyebabkan seorang anak menjadi luar biasa berprestasi.

Dalam bahasa filsafat kita sering mendengar, “dari ketiadaan, tidak mungkin menjadi ada”. Artinya dalam pembahasan ini adalah; kalau sesuatu itu menjadi ada, terealisasi maka pasti didahului oleh ada lain (dan itu ada dalam gen kita). misalnya anak bodoh tiba-tiba berprestasi, maka dalam gen-nya kepandaian itu awalnya ada, hanya karena dorman (tidak aktif), maka tidak terlihat. Dalam bahasa Kazuo, dia mengatakan; “Kenyataan bahwa kita tak dapat melakukan apapun kecuali telah terprogram didalam gen kita.” ini bisa dimaknai bahwa manusia itu memang terbatas (sesuai kombinasi-kombinasi itu).

Untuk setiap satu orang anak, terdapat 70 trilyun kombinasi gen yang mungkin terjadi (hal 21)….disinilah argumentasi bahwa “apapun itu mungkin”,  katanya. Sejauh yang kita ketahui, hanya sekitar 5 hingga 10 prosen dari gen kita yang sebenarnya bekerja, apa yang dilakukan oleh sisanya masih belum diketahui (dorman).

 Kode Genetik

Kode genetic manusia, tersusun lebih dari 3 miliar “huruf-huruf kimia”, semua tersimpan dalam untaian berukuran mikroskopis yang beratnya 1 per 200 miliar gram dan lebar 1/500.000 milimeter. Bila diregangkan panjangnya sekitar 3 meter.  DNA = gen ada di inti sel. DNA adalah kombinasi 4 basa yaitu Adenin (A), Timin (T), Sitosin (S) dan Guanin (G), ditambah dua untai yang tersusun dari gula dan Fosfat.

Kode genetic adalah kumpulan intruksi untuk membentuk protein. Dan protein disamping sebagai unsure penting tubuh juga sebagai bagian penting dalam enzim, dimana karena enzim-enzim inilah semua kemungkinan reaksi kimia dalam tubuh terjadi. Protein tersusun dari 20 pasang asam amino yang berbeda. Jenis protein yang dibentuk tergantung dari berbagai asam amino yang dikombinasikan. Dan DNA adalah sesuatu kombinasi-kombinasi yang memberikan intruksi yang menentukan pembentukan dan susunan dari 20 asam amino tersebut.

Apapun yang terjadi dalam tubuh itu adalah ‘reaksi kimia’. Contoh saat kita makan, makanan dihancurkan oleh ratusan reaksi kimia, mulai dari enzim amylase, Petialin dalam air liur kita,  sehingga reaksi ditempat-tempat terjauh…..sebagian akhirnya bisa diserap tubuh dan sisanya dikeluarkan menjadi kotoran. Reaksi yang sangat beraneka ragam dan sangat banyak itu, tidak akan terjadi bila tanpa ada suatu katalisator, dan katalisator tubuh kita, untuk semua reaksi kimia itu  bernama enzyme. Ada sekitar 5000 jenis  enzyme (Shinya; 78). Setiap enzyme punya kekhasan fungsi masing-masing. Unsure inti dari Enzim adalah protein. Enzim X untuk reaksi Y, mengharuskan unsure protein Z. Dan protein apa yang mesti dibentuk atau tidak (unsure Z tadi), tergantung kode genetic yang terdapat dalam gen/DNA yang mengintruksikannya.

Inilah sebenarnya kedahsyatan dan kunci inti dari fungsi gen/DNA dalam tubuh kita…dia sebagai cetak biru apa yang mungkin dan tidak mungkin terjadi di dalam tubuh kita. Tetapi yang mesti kita ingat, kombinasi itu sangat-sangat banyak sekali….dan yang tidak kita miliki, bukan berarti tidak kita miliki, sangat-sangat mungkin itu hanya dorman, belum diaktifkan (di on-kan) oleh kondisi tertentu, oleh keadaan tertentu, oleh latihan tertentu dan oleh sikap mental positif tertentu.

Muhammad Alwi, Human Learning Specialist. Pernah Kuliah di Kedokteran Umum Univ Airlangga Surabaya. Praktisi danTrainer “Pendidikan-Pelatihan, Berbasiskan Topografi Otak dan Multiple Intelligence”. di Lembaga Pendidikan, dan Bisnis.

Tentang pendidikan positif

Kami adalah Pendidik, Guru, Dosen dan Trainer. Alumni Pasca Sarjana Univ Brawijaya Malang, sekarang studi lanjut di Department Psychology. Kami mengembangkan Seminar, Workshop, dan berbagai Test berbasiskan psikology. Mulai dari 1. Workshop berbasiskan Multiple Intelligence, Topografi Otak, Power Personality, Performance Barrier, Succes with Understanding Personality, Otak Kanan- Otak Kiri, bagaimana mengetahui dan memanfaatkannya untuk sukses dll. Semua itu untuk pengembnagan SDM dan Human Capital. Baik untuk Guru, anak-anak (TK, SD, SMP, SMA, PT), juga untuk karyawan Industri dan Perusahaan. 2. Test test yang mendukung workshop dan seminar diatas seperti; a) Test Multiple Intelligence, b) Test Personality, c) Test Performance Barrier dll. Konsep Kami adalah......Discovering Your Royal road to learning, achievable and Personal Satisfaction. Bagaimana caranya? Caranya dengan discovering your talent, your ability (dengan pemahaman, test), the right place....maka sukses dan bahagia akan mudah didapatkan. Positif Pendidikan adalah Pendidikan yang berusahan menjadikan pebelajar (siapapun yang belajar), akan mampu untuk meraih tidak hanya sukses (achievable) tapi juga bahagia (will-being). Success and Happy.
Pos ini dipublikasikan di Psikologi dan Pendidikan. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s