Kebohongan Media, Upaya Memahami Perseteruan Sunnah-Syiah

Premis I : SAYA SEORANG PEMBOHONG

Premis II : JIKA SAYA MENGATAKAN BAHWA SAYA ADALAH SEORANG PEMBOHONG.

PERNYATAAN INI (KE II) BENAR ATAU TIDAK?

KESIMPULAN : Jika pernyataan II dikatakan benar, maka sebenarnya menyanggah pernyataan pertama. Bila pernyataan II salah, maka kesimpulan tidak dapat diambil.

Mengapa saya membuat pernyataan-pernyataan diatas? Ini dikarenakan saat-saat ini terjadi pergolakan yang “diupayakan, direkayasa” oleh pihak-pihak tertentu agar Sunnah-Syiah terjadi pergesekan tajam. Terjadi bentrok antar dua madzab terbesar dalam Islam.

Kita lihat mulai kasus IRAK (65% Syiah, 35% Sunnah, pemerintahan dipegang oleh Saddam yang Sunny). Saat digulingkan AS dan terjadi pemerintahan transisi, Sunnah-Syiah dikobarkan agar terjadi perang saudara. Di Bahrain (80% Syiah, 20% Sunnah, Kerajaan dipegang oleh Sunnah), saat terjadi gejolak, bahkan sampai sekarang belum selesai….dihembuskan Syiah akan menggulingkan Sunnah (bahkan menurut informasi, Saudi langsung turun tangan). Di Suriah (80% Sunnah, 20% Syiah, Pemerintahan dipegang oleh Syiah), terjadi pergolakan, dan informasi yang beredar adalah Syiah membantai Sunnah. Di Suriah adalah perang Jihad dst..dst. Bahkan di Indonesia terjadi penggalangan dana dll.

Siapa yang mengobarkan ini? Bahkan untuk mendukung klaim-klaim itu, barat (yang sayangnya diamini oleh sebagian kaum muslim), melakukan rekayasa-rekayasa demi membenturkan kedua-nya. Lihat pembunuhan Haula (Yang katanya pemerintah Suriah, dalam berita ditambahkan sebagai Syiah, membantai Sunny). Apa maksudnya berita ini? Padahal berita itu bohong besar, untuk selengkapnya dan bantahan wartawannya sendiri lihat: http://www.crescent-online.net/2012/08/the-anglo-wahhabi-zionist-war-on-syria-goes-into-high-gear-tahir-mustafa-3191-articles.html. (foto-foto yang digunakan adalah foto-foto kejadian di IRAK). Lihatlah yang lain, misalnya; kasus Televisi yang sudah dikuasai sahamnya oleh barat atau lainnya; http://myartikel.wordpress.com/2011/07/21/pangeran-arab-saudi-kerjasama-dengan-raja-dunia-media-zionis-rupert-murdoch-berambisi-kuasai-media-timur-tengah/ atau yang lain ini; http://indonesian.irib.ir/hidden-1/-/asset_publisher/m7UK/content/suriah-dan-kebohongan-media-mainstream. Pergolakan dalam sebuah negara antara rakyat dan pemerintah mestinya tidak dijadikan ajang perseteruan agama/madzab Sunnah-Syiah (Politik-Kekuasaan itu ranahnya Politik). Bandingkan beritanya dengan kasung Rohingnya.

Informasi (TV, Radio, Koran, Buku, Majalah, Internet) adalah sarana, bahkan satu-satunya bahan untuk kita mengambil kebenaran, sikap dan tindakan. Oleh karena itu informasi apa yang masuk pada kita, tidak jauh akan semacam itu sikap kita. Disinilah mungkin kebenaran wartawan senior, alumnus Harvard University, Wilter Lipman dalam bukunya “PUBLIC OPINION”, mengatakan, Bagaimana akan terjadi Demokrasi bila “Kontrol Kebenaran” (Pemilik Informasi) ada pada sekelompok orang. Demokrasi sama dengan “Opini Public”. Opini Public sudah terkuasai, maka Demokrasi, sebagai ajang untuk pencarian kata mufakat, pencarian kebenaran bersama, tertinggi juga akan terkuasai. maka perlu upaya-puaya..dst (tidak dibahas disini). Kita mesti sadar siapa CNN, Reuther, BBC, New Fox, NBC, ABC bahkan sekarang parahnya ke Timur-Tengah (Rupert Murdoc, pengusa media dunia, bergabung dengan pengauasa-pengauasa Saudi untuk menguasai media Timur Tengah, lewat Qatar). Lihat lengkapnya. http://myartikel.wordpress.com/2011/07/21/pangeran-arab-saudi-kerjasama-dengan-raja-dunia-media-zionis-rupert-murdoch-berambisi-kuasai-media-timur-tengah/

Diskusi Sunnah – Syiah

Sekarang upaya pendekatan Sunnah-Syiah oleh sekelompok orang dihalang-halangi kemungkinannya. Apa tujuannya? Wallahu a’lam. Mereka mengatakan; Percuma kita bicara dengan Syiah, mereka punya KONSEP TAQIYYAH. Taqiyyah oleh mereka (kelompok yang tidak ingin harmoni) dikatakan “Sebuah kepercayaan diperbolehkan berbohong”. Artinya berdialog dengan orang-orang syiah percuma saja (lihat premis-premis diatas). Bila ini sudah menjadi mindset orang-orang tertentu, maka dialog, pendekatan, upaya harmoni sulit dilakukan. Misalkan: Bila Syiah mengatakan X, dan itu tidak sesuai dengan selera lawan dialognya (Sunnah). Mereka akan mengatakan itu bohong, itu Taqiyyah. Kalau ada Syiah yang mengatakan Y (misalkan ada dikitab-kitab Syiah), walaupun itu bukan kepercayaan Syiah (Sunnah akan mengatakan itulah mereka….itulah Syiah). Artinya apa?

Kita melakukan semacam ‘orientalisme’ dalam agama kita sendiri. Dimana dengan membaca kitab-kitab orang lain, mengetahui ‘sebagian mereka’. Kita mengkontruksi itulah “mereka”. Bila mereka sendiri mengatakan kami tidak seperti itu. Lawannya akan mengatakan Kamu bohong, itu taqiyyah. Dengan ini upaya harmoni, upaya pendekatan menjadi deadlock, “Madzab Pokoknya” (kamu seperti itu), yang terjadi.

Konsep seperti ini dilakukan juga oleh barat, lewat kajian orientalisme-nya. Mereka membaca buku-buku Islam, mendatangi sebagaian tempat-tempat Islam, lalu mengkontruk Islam seperti itu. Kita semestinya tidak melakukan dan bersikap seperti itu. (Bagaimana kerja ‘Orientalisme’ melakukan itu pada Islam, Lihat buku Orientalime, Karya Edward Said, Pustaka Bandung. Jangan ada yang mengatakan buku ini sudah klasik, sebab sampai sekarang belum ada buku tentang orientalisme yang menandinginya).

Sementara kelompok lain, yang berusaha membuat harmoni tidak boleh terjadi, melakukan cara lain dan berusaha menglontorkan problema dan memperuncing friksi-friksi antara sunnah-syiah, dengan menyajikan informasi konflik dikalangan awam.

Jalaluddin Afgani (al Assadabadi)

Apa itu Taqiyyah

 

Preseden Taqiyyah itu diawali saat kejadian Ammar bin Yasir melakukan ‘Semacam Syirik’, saat beliau dipaksa oleh Abu Jahal, Umayyah dkk. Ammar akan dibunuh bila tidak melakukannya. Beliau melakukannya, tetapi bukan dihatinya. Dan perbuatan itu, dimaafkan atau diperbolehkan oleh Islam (lewat sebuah ayat). Dalam Sejarah Syiah, sejak Muawiyyah bin Abu Sofyan berkuasa, maka kecintaan pada Ahlul Bait Nabi (Ali, Fatimah, Hasan, Husein dst) adalah haram. Bila ada yang ketahuan maka ancamannya adalah mati. Bahkan konon saat pemerintahan bani Umayyah, ada seorang yang bermimpi bertemu keluarga Rasul saw, dan mimpi itu diceritakan kepada tetangganya dan sampailah cerita itu kepada pemerintah, maka orang itu mendapat hukuman yang cukup menyakitkan. Penekanan seperti itu tidak pernah dialami oleh madzab lain selain Syiah (pecinta keluarga Nabi saw). Karena sejarah, konteks, penekanan-penekanan semacam inilah, Taqiyyah (dalam artian umum mestinya artinya berstrategi, menyembunyikan diri) diajarkan sebagai konsep khusus. Dalam madzab lain, tanpa nama khusus ini, mereka juga melakukan strategi-strategi seperti itu (hanya tidak diajarkan sebagai konsep khusus).

Demi Ukhuwah Islamiyyah

Habaib Indonesia dengan Ulama Syiah

Terakhir, demi Ukhuwah Islamiyyah, demi harmoni dalam ummat beragaman Islam. Kita mestinya menyadari bahwa Islam Syiah dan Sunnah adalah realita yang tidak dapat dihindari (dengan problematikanya dan konflik-konflik internalnya, yang memang ada). Kita juga bisa melihat zaman Dinasti Abbasiyyah (Sunnah-Syiah bergabung cukup harmonis, walau ada friksi-friksi), Dimansti Fatimiyah adalah Syiah. Dan kita juga mesti mengetahui bahwa perubahan komposisi jumlah Sunnah-Syiah itu terjadi. Di Iraq (Sunnah makin banyak), Di Mesir dulu mayoritas Syiah sekarang Sunnah. Di Iran dulu campuran, sekarang mayoritas Syiah, dst..dst. Di Sumatra awalnya Islam Syiah, sekarang sudah tidak ada Syiah. Jadi ketakutan satu pihak dengan pihak lain adalah tidak cukup beralasan, apalagi dengan upaya-upaya anarkhis.

Yang Mesti Dilakukan

Oleh karenanya ada beberapa yang mesti dikembangkan yaitu;  1) Pemahaman akan sejarah keberagamaan kita, sejarah timbulnya madzab-madzab, sehinga kita tidak berfikir hitam-putih. Seakan hanya kita yang benar.2) Sejak dini penanaman Islam yang rahmatan lil-alamin, dan pemahaman akan perbedaan itu sebuah hal keniscayaan mesti ditanamkan. Ini dapat dilakukan lewat lembaga-lembaga pendidikan dan kampus-kampus. 3) Pemahaman  akan dinamika “Agama Kitab” dan “Agama Masyarakat”. Untuk penjelasan ini lihat lengkap: http://www.facebook.com/notes/muhammad-alwi/agama-kitab-dan-agama-masyarakat-sebuah-pembelajaran-dalam-konflik-sunnah-syiah-/434368449935637

4) Mengelinimir sejak dini kelompok-kelompok ekstrem yang kerjanya adalah memperlebar dan memperuncing perbedaan dan menyulut permusuhan. 5) Pemerintah semestinya memiliki kesadaran dan keseriusan dalam masalah ini, tidak kalah pentingnya dengan menggarap urusan ekonomi dan politik. Sebab potensii konflik keberagamaan dapat menggagalkan atau meng-cancel upaya-upaya pembangunan berbangsa dan bernegara kita. 6) Dan Kita semua mesti sadar bahwa perang antar Negara, hegemoni yang ingin ditancapkan oleh sebuah negara (khususnya barat kepada negara-negara Islam) tidak hanya menggunakan senjata, politik-ekonomi, tetapi rongrongan dari dalam dengan memanfaatkan potensi konflik antara suku, ras dan agama yang ada di Negara itu.

Wallahu A’lam bi Al Shawab

La Haula Wala Quwwata Illah Billah

Muhammad Alwi

Tentang pendidikan positif

Kami adalah Pendidik, Guru, Dosen dan Trainer. Alumni Pasca Sarjana Univ Brawijaya Malang, sekarang studi lanjut di Department Psychology. Kami mengembangkan Seminar, Workshop, dan berbagai Test berbasiskan psikology. Mulai dari 1. Workshop berbasiskan Multiple Intelligence, Topografi Otak, Power Personality, Performance Barrier, Succes with Understanding Personality, Otak Kanan- Otak Kiri, bagaimana mengetahui dan memanfaatkannya untuk sukses dll. Semua itu untuk pengembnagan SDM dan Human Capital. Baik untuk Guru, anak-anak (TK, SD, SMP, SMA, PT), juga untuk karyawan Industri dan Perusahaan. 2. Test test yang mendukung workshop dan seminar diatas seperti; a) Test Multiple Intelligence, b) Test Personality, c) Test Performance Barrier dll. Konsep Kami adalah......Discovering Your Royal road to learning, achievable and Personal Satisfaction. Bagaimana caranya? Caranya dengan discovering your talent, your ability (dengan pemahaman, test), the right place....maka sukses dan bahagia akan mudah didapatkan. Positif Pendidikan adalah Pendidikan yang berusahan menjadikan pebelajar (siapapun yang belajar), akan mampu untuk meraih tidak hanya sukses (achievable) tapi juga bahagia (will-being). Success and Happy.
Pos ini dipublikasikan di Filsafat dan Agama. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s