PERANG MEDIA DAN KEKALAHAN MEDIA, ISLAM VS ISLAM……….

Masa Kejayaan Al Jazeera

 Al jazeera adalah Media TV Timur tengah paling banyak ditonton. Dia adalah fenomena tersendiri saat invasi Iraq oleh AS dan Sekutunya. Al Jazeera memberikan berita yang tidak sebagaimana mainstream barat. Karenannya seringkali menjengkelkan barat. Fenomena Al Jazeera agak ganjil, sebab ia lahir dan berkembang di Arab, sebuah wilayah dengan rezim yang sudah lama dikenal tidak ramah terhadap kebebasan pers dan kemerdekaan berbicara. Al Jazeera berdiri tahun 1996 di Doha, Qatar. Televisi ini didanai penguasa Qatar Sheikh Hamad bin Khalifa al-Thani. OKTOBER 2001, Pemerintahan Bush meminta Sheikh Hamad bin Khalifa al-Thani menggunakan pengaruhnya untuk menekan tensi pemberitaan Al Jazeera (Permintaan yang sama juga disampaikan Pemerintahan Clinton). Ini adalah puncak kegeraman Pemerintah AS atas Al Jazeera. Al Jazeera dituduh menyebarkan pandangan anti-Amerika dengan banyak mengkritik kebijakan AS di Timur Tengah, serta menjadi alat propaganda Osama bin Laden.

Al Jazeera mampu memberikan imbangan informasi saat AS dan sekutunya berharap mendapatkan dukungan public Timur tengah atas aneka kebijakan di wilayah itu (Iraq) termasuk keinginan AS menerapkan invasi dengan mandat PBB dengan nama Humanity Intervensi. Faktor inilah salah satu yang membuat Al Jazeera kian populer dan kuat, khususnya di mata publik Arab. Al Jazeera menjadi simbol kritik dan ketidakpuasan publik Arab atas kebijakan politik AS di Timur Tengah yang eksploitatif dan memecah belah.

Tetapi ada fakta yang cukup menarik. Bukan hanya Pemerintah AS yang tidak suka atas Al Jazeera, namun juga rezim-rezim di Timur Tengah sendiri. Pemerintah Arab Saudi tak pernah mengizinkan Al Jazeera membuka perwakilannya di negara itu, juga dengan penguasa Bahrain. Pemerintah Yordania dan Kuwait mengusir perwakilan Al Jazeera tahun lalu (Top Arab TV Network to Hit US Market, Camerron W Barr, The Christian Science Monitor, 26/12/2002). Mungkin karena negara-negara itu sekutu AS yang merasa “bertanggung jawab” menjaga citra dan kepentingan AS di Timur Tengah.  Sebagai perbadingan dan kelengkapan lihat; http://www.unisosdem.org/article_detail.php?aid=1583&coid=1&caid=53&gid=2

 

Sensor dan Kebohongan Media Barat

TANGGAL 13 Februari 1991, dua bom sekutu merusak distrik Ameriyya, dekat Baghdad. Lebih dari 1.600 orang, sebagian besar wanita dan anak-anak, tewas dalam pengeboman yang salah sasaran. Tidak ada media barat mainstream yang memberitakanya. Melalui televisi al Jazeera, aksi brutal ini menyebar ke seluruh dunia. Apa yang terjadi dengan media Barat adalah sungguh mencengangkan. Mereka marah bukan karena banyak korban sipil tewas, namun karena ada media Barat yang juga memberitakan itu. Kemarahan bukan tertuju pada pasukan AS dan sekutunya, namun kepada media-media yang memberitakan. The Mail on Sunday mengatakan, pemberitaan itu bukan hanya “menjijikkan” namun juga “tak terpuji”. Today menegaskan, koresponden yang melaporkan peristiwa itu telah memalukan negeri sendiri. The Express menyatakan, “menangisi korban-korban dari pihak musuh yang tak terelakkan sama saja dengan merusak dukungan terhadap perang.” Kejadian –kejadian aneh seperti ini, bagaimana pemerintah barat, juga lewat para pemegang saham media-meanstream, mensensor, merekayasa, memanipulasi berita-berita yang sesuai dengan keinginan mereka. Hal-hal semacam itu dapat dilihat secara gamblang dan rinci lewat penuturan wartawan-wartawan barat dalam buku: Into the Buzzsaw: Leading Journalists Expose the Myth of a Free Press oleh Kristina Borjesson. Disinilah sekali lagi al Jezeera memberikan alternative pemberitaan yang lebih memadai, tidak sekadar meredam efek perang, dan memanipulasi kejadian untuk mendukung kebijaksanaan perang, invasi oleh AS dan Sekutunya, tetapi memberikan realitas kejadian yang lebih berimbang.

Yang perlu dicermati adalah, al Jazeera yang hanya “sebagian kecil” bila dibandingkan dengan pemirsa media meanstrem  sudah menggusarkan mereka. Seakan mereka ingin menghegemoni, memonopoli opini public sesuai dengan arahan dan selera mereka. Rata-rata media besar dunia adalah milik As dan Sekutu. Lihat saja siapa pemegang saham, pemilik, directur, pemimpin, staff dan lain-lain media-media besar dunia seperti: CNN, Reuter, MSNBC, NBC, CNBC, dan Fox News, ABC dll. Lihat data-data ini; http://www.gaulislam.com/yahudi-diktator-media-massa-dunia, dan ini juga di http://islampos.com/87-tokoh-yahudi-yang-menguasai-media-amerika/. Artinya apa? Media sebagai sarana informasi, berpersepsi, ternyata SUDAH SANGAT TEREKAYASA. Oleh karenanya kita semua mesti perlu adanya kearifan dan imbangan lain dalam pemberitaan/pers serta informasi. Ini tidak terkecuali dinegara kita.

Al Jazeera berubah Watak (Mulai tidak Independent)

Bukanlah AS dan Sekutu, bila tidak mampu menggunakan berbagai hal untuk mendapatkan apa yang diinginkannya. Karena al Jazeera menjadi batu sandungan, maka upaya menekannya dilakukan. Dan benar sejak beberapa tahun ini Aljazeera berubah wataknya. Perubahan watak Aljazeera dibenarkan oleh aktivis Don Debar, blogger Ted Rall, pengamat Timur Tengah Tarik Ali dll. Konon mulai terasa sejak April 2011 ketika Emir Qatar mengambil penuh kendali dari profesional Aljazeera. Perubahan kian mencolok setelah Direktur Aljazeera Wardah Khandar undur diri September 2011 setelah mengabdi 7 tahun. Al Jazeera seakan menjadi corong pemerintah Qatar, yang itu berarti pro AS, Barat dan Saudi. Kebohongan-kebohongan atau ketidak-independent-an aljazira mulai dan sangat tampak sejak kasus Libya dan utamanya adalah kasus Suriah. Al Jazeera gayung bersambut dengan media mainstream barat. Secara lengkap lihat di ; http://tv.globalresearch.ca/2012/03/al-jazeera-exodus-channel-losing-staff-over-bias, http://deleteisrael.pun.bz/bohong-soal-suriah-dan-libya-staff-aljaz.xhtml.  Mengapa ini bisa terjadi? Sangat dimungkinkan karena tekanan itu yang tidak saja dilakukan lewat penguasa (emir) Qatar, tetapi juga pengambilalihan, pembelian saham-saham dst. Upaya seperti itu lihat; http://myartikel.wordpress.com/2011/07/21/pangeran-arab-saudi-kerjasama-dengan-raja-dunia-media-zionis-rupert-murdoch-berambisi-kuasai-media-timur-tengah/

Lalu apa yang mesti kita lakukan?

Pembohongan media sudah sangat-sangat mencolok. Sehingga keluhan Wilter Lipman, wartawan yahudi senior dengan tambahan dan olahan saya sendiri mengatakan; Bagaimana mau demokrasi, padahal demokrasi itu adalah opini public. Dimana sekarang opini public itu sudah tergadaikan, terbeli dengan dikuasainya media-media pencipta opini public oleh kekuatan modal capital, dan bergerak berdasarkan logika pasar.

Karena semua hal diatas, kita perlu berpegang pada beberapa hal. 1) Kita mesti harus menggunakan kaidah berfikir, mengapa dan apa sebab. Sehinga informasi itu tidak sekadar masuk, tetapi dipertanyakan, dikonfrontir dengan informasi lain atau kejadian-kejadian lain. 2) Mencari dan mendapatkan informasi dari berbagai sumber media, dan membandingkan informasi yang kita terima itu satu sama lain. Heterogenitas informasi membuat kita tahu cakrawala, dan dapat menkontruk ‘kemungkinan’ sesuatu kebenaran informasi. Minimal tidak menjadi fanatic dan berfikir hitam putih. 3) Menggunakan kaidah umum, bahwa Barat, AS dan Israel secara ‘umum’(ini tidak boleh menjadi semacam ketakutan, paranoid dan over generalisir) tidak menginginkan Islam, Negara-negara Islam hidup lebih baik, lebih damai dan kuat. Sehingga hidden agenda, kuda troya sangat mungkin terjadi pada apapun tawaran mereka. 4) Melihat kemungkinan bahwa, apapun kejadiannya bila itu menyulut pertikaian antara ummat islam, antara aliran dalam islam, mesti kita menaruh curiga, hidden agenda apa yang ingin mereka lakukan.  Dengan kearifan-kearifan ini, maka insya allah kita dapat menteladani kata-kata bijak dari sahabat nabi Ali bin abi Tholib, yang intinya; Bila zaman sudah sangat kacau, maka kamu harus mampu menjadi ‘keledai’ yang menjadikanmu tidak bisa di tunggangi (KUDA) dan tidak dapat diperah (KAMBING/SAPI).

Wallahu a’lam bi al Shawab

Muhammad Alwi

Tentang pendidikan positif

Kami adalah Pendidik, Guru, Dosen dan Trainer. Alumni Pasca Sarjana Univ Brawijaya Malang, sekarang studi lanjut di Department Psychology. Kami mengembangkan Seminar, Workshop, dan berbagai Test berbasiskan psikology. Mulai dari 1. Workshop berbasiskan Multiple Intelligence, Topografi Otak, Power Personality, Performance Barrier, Succes with Understanding Personality, Otak Kanan- Otak Kiri, bagaimana mengetahui dan memanfaatkannya untuk sukses dll. Semua itu untuk pengembnagan SDM dan Human Capital. Baik untuk Guru, anak-anak (TK, SD, SMP, SMA, PT), juga untuk karyawan Industri dan Perusahaan. 2. Test test yang mendukung workshop dan seminar diatas seperti; a) Test Multiple Intelligence, b) Test Personality, c) Test Performance Barrier dll. Konsep Kami adalah......Discovering Your Royal road to learning, achievable and Personal Satisfaction. Bagaimana caranya? Caranya dengan discovering your talent, your ability (dengan pemahaman, test), the right place....maka sukses dan bahagia akan mudah didapatkan. Positif Pendidikan adalah Pendidikan yang berusahan menjadikan pebelajar (siapapun yang belajar), akan mampu untuk meraih tidak hanya sukses (achievable) tapi juga bahagia (will-being). Success and Happy.
Pos ini dipublikasikan di Lain-lain. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s