SUKSES DAN BAHAGIA (NEGARA-NEGARA DI DUNIA)

Foto untu MessegerSaya menulis buku tahun 2011 tentang “Belajar menjadi Sukses dan Bahagia” (Elexmedia, 2011). Kemudian tahun ini 2014, saya menulis buku “Pendidikan dan Sekolah Positid” (Release, Insya Allah April, NooraBooks, 2014). Intinya bagaimana kita mampu meraih Kesuksesan sekaligus kebahagiaan, dalam kehidupan kita, ditempat Kerja, di sekolah dan di dalam rumah tangga kita. 

Ada hal yang sedikit berbeda antara Sukses dan Bahagia. Ada yang Sukses tetapi tidak bahagia, dan ada yang bahagia, tetapi tidak sukses. Untuk mampu meraih keduanya sekaligus, maka kita perlu Persepsi, Paradiqma, peta-berfikir, kaca-mata yang berbeda, di dalam melihat Kesuksesan dan Kebahagiaan.
Apa yang kita persepsikan, apa paradiqma kita tentang Sukses dan bahagia, itu akan menentukan, proses dan prilaku kita dalam upaya-upaya untuk mencapainya (tindakannya). Dan tindakan itu akan menentukan hasil-hasil yang akan didapat. Apakah hasilnya Sukses minus Kebahagiaan, Bahagia minus kesuksesan atau Sukses sekaligus Bahagia.
Dalam hubungannya dengan Pendidikan, sekarang PISA juga mengeluarkan report, Negara dengan hasil tertinggi dalam kesuksesan kognitif dan indeks kebahagiaan terendah (dalam pendidikan dan sekolah). Beberapa tahun yang lalu, Indonesia terendah dalam kemampuan ilmu-pengetahuan, bersekolah tetapi indeks kegembiraan disekolah menduduki tempat tertinggi. (Jangan-jangan ada hubungan antara OOn……Dan kebahagiaan…he…he..he….). Hasil ini berbanding terbalik dengan Singapora (2012), lihat yang lain.
http://www.tribunnews.com/internasional/2013/12/03/pendidikan-terbaik-dunia-di-shanghai
Dalam hubungannya dengan Ekonomi, dari hasil penelitian The New Economic Foundation (NEF) terhadap negara-negara di muka Bumi, dijumpai negara kecil di Pasifik Selatan, Republik Vanuatu, berpenduduk hanya 209 ribu jiwa, PDB-nya berada di urutan ke 207 dari 233 negara di dunia, pendapatan per kapitanya $2900, dan ekonominya hanya bertopang pada pertanian skala kecil dan pariwisata, ternyata berdasar Happy Planet Index (HPI), Vanuatu adalah negara yang paling bahagia di dunia.
Amerika Serikat ternyata tingkat kebahagiaan hidupnya berada di urutan ke 150, Inggris ke 105, Jepang ke 95, Jerman dan Rusia urutan ke 172. Hebatnya, Indonesia tingkat kebahagiaan hidupnya menempati urutan ke 23.
The Happy Planet Index adalah ukuran baru kemajuan yang berfokus pada kesejahteraan yang berkelanjutan untuk semua. Ini memberitahu kita bagaimana negara-negara melakukan hal yang baik dalam hal mendukung penghuninya untuk hidup baik sekarang, sambil memastikan bahwa orang lain dapat melakukan hal yang sama di masa depan.
Hasil temuan NEF ini jelas menunjukkan bahwa sukses ekonomi, kesuksesan secara umum, tidak mesti dibarengi dengan kebahagiaan. Kebahagiaan tidak otomatis seiring dengan kesuksesan ekonomi, seperti capaian PDB, pendapatan per kapita, dan daya beli masyarakat, tapi lebih banyak ditentukan oleh usia harapan hidup, kebersamaan (gotong royong dan silaturahmi), dan tingkat ketenangan warga masyarakat-nya.
Marke Lowen dari Vanuatu Online mengatakan, “Kehidupan kami bahagia di sini adalah karena keluarga, teman yang saling membantu, dan saling berbuat baik untuk orang lain. Jalinan persaudaraan kami bisa anda rasakan di sini. Di Vanuatu ini, adalah tempat di mana anda tak pernah merasa khawatir. Satu-satunya yang mengkhawatirkan kami hanyalah topan dan gempa bumi.”
Ada 5 Tips dan cara untuk mencapai Well-Being (kesejahteraan…Sukses sekaligus bahagia) yaitu;
1) Connect /Berhubungan
Kita mesti berhubungan dengan orang-orang di sekitar kita, dengan keluarga, teman, kolega dan tetangga, di tempat kerja, sekolah atau di masyarakat setempat. Pikirkan ini sebagai pilar kehidupan kita dan menginvestasikan waktu dalam mengembangkan hal tersebut. Membangun koneksi ini akan mendukung dan memperkaya diri kita setiap hari.
Orang-orang kuat ketika mereka bekerja sama. Hal-hal yang bisa kitalakukan dan tanyakan adalah; Dengan siapa kita dapat terhubung hari ini? Berbagi makan siang / kopi dengan teman-teman / keluarga. Nonton bareng yang sama-sama disukai, Menelepon seseorang yang Anda tidak berbicara dalam waktu yang lama. Mengundang tetangga kita. tersenyum pada orang lain dan menjawab senyuman. Bergabunglah team tari atau lainnya, olahraga, hobi, atau klub buku. Berkomitmen untuk berbicara dengan seseorang yang baru setiap hari selama satu tahun, membuat jurnal pertemuan Anda, bahkan menulis ceritanya. Cari lebih banyak kesempatan untuk humor di rumah – mulai koleksi lelucon keluarga. Dapatkan acara untuk memasak bersama-sama anak-anak dan keluarga, dll.
2) Pro-active/Jadilah aktif
Berjalan-jalan atau lari, olah raga, bermain game, menari dll. Berolahraga membuat kita merasa baik. Yang paling penting kita perlu menemukan aktivitas phsyical kita, dan menikmatinya dan itu menjadi salah satu aktivitas kita, sesuai dengan kondisi, umur, dan tingkat mobilitas kita.
3) Take Notice/Memperhatikan.
Jadilah penasaran. Nikmati saat ini, apakah Anda berjalan untuk bekerja, makan siang atau berbicara dengan teman-teman. Sadar akan dunia di sekitar Anda dan apa yang Anda rasakan. Berkaca pada pengalaman Anda akan membantu Anda menghargai apa yang penting bagi Anda. Pelajari yoga atau meditasi dan hal-hal lain untuk relaxasi, untuk refleksi diri.
4) Keep Learning/Terus belajar
Kita mesti, mencoba sesuatu yang baru. Menemukan kembali minat kita. Mendaftarkan diri untuk kursus tertentu. Mengambil tanggung jawab yang berbeda di tempat kerja. Belajar untuk memainkan alat musik atau cara memasak makanan favorit kita. Belajar memperbaiki sepeda atau kendaraan kita (yang sederhana), Mengatur tantangan kita dan menikmati pencapaiannya. Belajar hal-hal baru yang akan membuat kita lebih percaya diri serta menjadi menyenangkan. Ini sering kali membantu kita untuk keluarg dari zona nyaman kita.
5) Give/Memberikan
Lakukan sesuatu yang baik untuk seorang teman, atau orang asing. Berterima-kasihlah pada seseorang. Sering tersenyum. Jadilah relawan waktu anda. Bergabunglah dengan kelompok masyarakat. Lakukan refleksi diri (carilah serta masuk melihat diri sendiri, dan kebahagiaan Anda, terkait dengan masyarakat luas, dan bagaimana anda sudah berkontribusi, bermanfaat dengan orang-orang di sekitar kita).
Ingatlah bahwa yang anda berikan pada yang lain, itu akan memberikan efek balik kenyamanan pada anda. Semua orang memiliki sesuatu untuk ditawarkan. Bagaimana kita akan memainkan peran kita? Misalnya : Membantu orang lain, menjadi relawan, memberi senyuman, membayari tol atau lainnya pada orang dibelakang. Saat mengemudi, berhenti untuk membiarkan mobil ke lalu lintas. Tawarkan untuk memotong rumput tetangga Anda. Berikan kue, makanan atau lainnya pada tetangga-tetangga anda. Membantu mengajar buta-huruf. Donasikan computer lama anda, buku-buku, pakaian dll anda kekelompok masyarakat atau perpustakaan. Bersama-sama masyarakat membersihkan selokan, sungai atau pantai dan taman. Dan lain-lain yang sangat banyak bisa kita lakukan.

Muhammad Alwi, S.Psi, MM

Tentang pendidikan positif

Kami adalah Pendidik, Guru, Dosen dan Trainer. Alumni Pasca Sarjana Univ Brawijaya Malang, sekarang studi lanjut di Department Psychology. Kami mengembangkan Seminar, Workshop, dan berbagai Test berbasiskan psikology. Mulai dari 1. Workshop berbasiskan Multiple Intelligence, Topografi Otak, Power Personality, Performance Barrier, Succes with Understanding Personality, Otak Kanan- Otak Kiri, bagaimana mengetahui dan memanfaatkannya untuk sukses dll. Semua itu untuk pengembnagan SDM dan Human Capital. Baik untuk Guru, anak-anak (TK, SD, SMP, SMA, PT), juga untuk karyawan Industri dan Perusahaan. 2. Test test yang mendukung workshop dan seminar diatas seperti; a) Test Multiple Intelligence, b) Test Personality, c) Test Performance Barrier dll. Konsep Kami adalah......Discovering Your Royal road to learning, achievable and Personal Satisfaction. Bagaimana caranya? Caranya dengan discovering your talent, your ability (dengan pemahaman, test), the right place....maka sukses dan bahagia akan mudah didapatkan. Positif Pendidikan adalah Pendidikan yang berusahan menjadikan pebelajar (siapapun yang belajar), akan mampu untuk meraih tidak hanya sukses (achievable) tapi juga bahagia (will-being). Success and Happy.
Pos ini dipublikasikan di Psikologi dan Pendidikan. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s