DISIPLIN DAN PENUNDAAN KEPUASAN

# (DOSA KITA SEBAGAI ORANG TUA………)

foto muhammad AlwiYa Allah…maafkan kami, karena kami belum maksimal dalam berlaku sebagai pemimpin di rumah kami. Belum memberikan teladan baik pada istri dan anak-anak kami. Padahal itu adalah tanggung-jawab kami. Ya Allah kehidupan dunia sudah sedemikian rupa, kebejatan moral, narkoba, ketidak-jujuran dan pesta amoral dimana-mana. Tetapi kami belum cukup, bahkan belum pernah memberikan kekebalan pada mereka, lewat teladan dan bimbingan dari kami.

Menarik melihat di buku “The Roadless Travelled” (yang mungkin sudah usang secara umur). Karya seorang psikiater alumni Harvard University. Dia mengatakan ada 2 penyakit psikologis manusia secara umum yaitu Neurosis dan Penyakit Karakter.
NEUROSIS adalah Penyakit dimana manusia banyak merasa harus mengambil tanggung-jawab, yang sebenarnya bukan tanggung jawabnya. Sehingga kebanyakan mereka tertekan, murung, depresi, dst. Tetapi dilain pihak mereka tidak mampu mengambil tanggung jawab lainnya secara realistis (Ini berbeda dengan AQ karya Stoltz yang mengambil dari penelitian Martin Seligman).
Sementara penyakit yang lain adalah PENYAKIT KARAKTER. Dimana manusia tidak mau mengambil tanggung-jawab. Semua problem, semua hal, semua kesalahan, ditimpakan pada dunia, orang lain dst. Dia sendiri tidak merasa melakukan kesalahan.
Orang pertama, walaupun “Berpenyakit” biasanya lambat-laun akan mampu disembuhkan dan menyembuhkan dirinya sendiri, karena rasa tanggung-jawab yang ada. Hanya belajar skala-prioritas dan realistis yang mesti mereka usahakan (walaupun ini bukan hal yang mudah). Sementara yang kedua……….ini sulit diperbaiki, sulit disembuhkan. Karena mereka tidak merasa bersalah, tidak merasa punyak penyakit sehingga sulit sekali mengikuti saran, nasehat dan terapi.
Dalam pendidikan, dalam dunia sekolah, kita menemui anak-anak seperti ini. Anak-anak, siswa, remaja yang terjerat narkoba dan sulit terselesaikan. Anak-anak yang terlibat dalam perkelahian, membolos dst, dst dan sangat sulit diselesaikan sehingga berakibat droup-out, dikeluarkan dari sekolah, bahkan dipenjara. Kebanyakan mereka bukan “neurosis” tetapi mereka punya “Problem Karakter”.
Orang tua yang anaknya bermasalah disekolah, bukan mereka mencoba mengoreksi dirinya, tetapi mereka menyalahkan gurunya, menyalahkan system sekolah, bahkan TV dan masyarakat/Negara.
Bukankah semua itu ada dalam kendali kita….bukankah semua itu dalam pilihan-pilihan kita? Darimana problem “keengganan dan tidak-bertanggaungjawab” ini terjadi???
Banyak hal yang mempengaruhinya. Tetapi kebanyakan karena teladan saat kecil dirumah yang tidak jelas, teladan yang mengabaikan tanggung-jawab, dst. TELADAN TANPA DISIPLIN UNTUK MENUNDA KEPUASAAN SAAT INI…UNTUK KENIKMATAN YANG LEBIH LAMA.
MengapTawuran Pelajara mereka membolos hanya untuk main PS?? Dikarenakan kebiasaan menunda kepuasaan saat ini (belajar dulu), baru mendapatkan kenikmatan (Nonton TV, mendapatkan uang jajan sore dll). Mengapa anak-anak kita raport-nya jelek, kelakuannya acak-acakan? Karena mereka tidak memiliki contoh tentang bagaimana bertindak yang baik, bersikap disiplin. Mereka jarang atau tidak pernah dibiasakan…..tidak pernah diajarkan, diteladankan menjadi disiplin.
Kalaupun kita sebagai orang tua mendisiplinkan mereka, marah-marah dengan mereka, bukan karena mau mengajarkan mereka disipiplin, tetapi seringkali saat itu, karena kita terganggu oleh kelakuan mereka. Bila tidak terganggu kita biarkan mereka bertindak tanpa tauladan apapun dari kita (orang tua). Bangaimana mau menjadi teladan jika orang-tua sendiri bukanlah teladan yang baik.
PENUNDAAN KEPUASAAN adalah proses pembuatan jadwal rasa-sakit dan rasa senang dalam kehidupan dengan cara tertentu. Yaitu, untuk meningkatkan kesenangan dengan cara menghadapi rasa sakit terlebih dulu. Ini cara yang sebenarnya dan masuk akal untuk menghadapi hidup. Belajar dulu baru menonton TV. Mengerjakan PR dulu baru bermain. Pulang tepat waktu baru meminta izin untuk keluar lagi. Jadwal keluar malam. Menunggu Giliran untuk mendapat kesempatan. Makan kue tidak hanya coklatnya saja. Dst.
Seseorang dan juga anak-anak harus belajar untuk tidak takut, tetapi benar-benar belajar dan menerima masalah dan rasa sakit yang ditimbulkan oleh masalah. Karena dengan masalah itulah kita berkembang secara mental dan spiritual. Semua manusia belajar melalui rasa sakit karena harus menghadapi dan memecahkan masalah itu. Dengan itu kehidupan TUBUH, PIKIRAN, HATI dan JIWA kita berkembang.
Bagaimana kita sebagai orang-tua akan menjadi tauladan mereka bila…..kita sendiri masih belum mampu mengalahkan jiwa dan raga kami. Yang penting tahu bahwa kita punya masalah…dan masalah itu ada pada tanggung-jawab kita, sudah sedikit membaik.
Ilaaahi maafkan kami….ilaahi maafkan kami…dan berilah taufiq dan hidayahmu dalam mengemban tanggung jawab ini. Amieen..amien Ya Rabbal Aalamien.

Lihatlah gambar-gambar kenakalan Remaja dan Anak-anak Sekolah.
Behubungan SEX di SD, SMP. Apalagi SMA. Berjilbab tapi bermain sex dengan teman-temannya. Anak SD kelas VI memperkosa teman wanitanya (anak SD kelas IV). Terjerat Narkoba, tawuran antar sekolah…dengan membawa senjata, golok, klewang, rantai besi, gir dll.

Muhammad Alwi, S.Psi, MM

Tentang pendidikan positif

Kami adalah Pendidik, Guru, Dosen dan Trainer. Alumni Pasca Sarjana Univ Brawijaya Malang, sekarang studi lanjut di Department Psychology. Kami mengembangkan Seminar, Workshop, dan berbagai Test berbasiskan psikology. Mulai dari 1. Workshop berbasiskan Multiple Intelligence, Topografi Otak, Power Personality, Performance Barrier, Succes with Understanding Personality, Otak Kanan- Otak Kiri, bagaimana mengetahui dan memanfaatkannya untuk sukses dll. Semua itu untuk pengembnagan SDM dan Human Capital. Baik untuk Guru, anak-anak (TK, SD, SMP, SMA, PT), juga untuk karyawan Industri dan Perusahaan. 2. Test test yang mendukung workshop dan seminar diatas seperti; a) Test Multiple Intelligence, b) Test Personality, c) Test Performance Barrier dll. Konsep Kami adalah......Discovering Your Royal road to learning, achievable and Personal Satisfaction. Bagaimana caranya? Caranya dengan discovering your talent, your ability (dengan pemahaman, test), the right place....maka sukses dan bahagia akan mudah didapatkan. Positif Pendidikan adalah Pendidikan yang berusahan menjadikan pebelajar (siapapun yang belajar), akan mampu untuk meraih tidak hanya sukses (achievable) tapi juga bahagia (will-being). Success and Happy.
Pos ini dipublikasikan di Psikologi dan Pendidikan. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s