PENTING DAN MENARIKNYA BERITA HOAX

HoaxSekarang banyak beredar berita-berita Hoax, sehingga kita tidak tahu mana yang benar dan mana yang salah. Mengapa kita sulit tahu? Sebab pada dasarnya manusia itu bukan peneliti dalam semua hal. Mengapa ia seperti itu? Itu adalah cara kerja otak kita (Menerima, menyeleksi, dan menyimpan sebagian dan membuang sebagian). Misalnya, Ia mungkin peneliti agama, hadist dst (Dengan sanad, matan, rijal hadist, asbab an Nuzul, Asbab al Wurud dst). Tetapi ia akan lalai atau tidak selektif saat mendengar berita politik, saat mendengar berita ilmu-pengetahuan dan lain sebagainya. Karenanya, maka kita akan gampang sekali terkena berita-berita Hoax.

Bahkan Penelitian besar di AS oleh Dr. Elizabeth Lofthus, dalam Misinformation and Memory: The Creation of New Memaries, dimuat dalam Jurnal of Experience Psychology 188 (1), hal 100-104. dikatakan, Betapa mudahnya menciptakan memory palsu dengan memasok informasi yang salah kepada subjek yang bersangkutan.
Dalam sidang di pengadilan, ini digunakan untuk mengelabui ingatan Saksi. Kita bisa bertanya pada mereka, “Seberapa cepat mobil itu melaju ketika, “Meremukkan” mobil kedua”. Kata meremukkan, kalau diganti dengan “Menabrak”, maka jawabannya akan banyak berbeda. Percobaan-percobaan ini sudah dilakukan Loftus, lebih dari 200 percobaan dengan melibatkan 200.000 orang.
Penelitian-penelitian sejenis bersekala besar, mendukung hasil itu, dimana semuanya memperlihatkan bagaimana Emosi, Situasi yang meragukan, dan informasi menyesatkan yang didapatkan lewat gosip, rumor dan desas desus dapat melahirkan aneka keyakinan palsu.
Inilah mengapa manipulasi, gambar, berita ngawur, hoax, desas-desus, akan menemukan penerimanya sendiri-sendiri.
Sistem keyakinan, –Keyakinan? Menurut The Oxford English Dictionary, Belief adalah a) Suatu perasaan bahwa sesuatu itu ada atau benar, terutama hal-hal yang tidak memiliki bukti. b) Pendapat yang dipegang Teguh, c) Yang dipercaya, d) Keimanan. Semenatar proof (bukti). Bukti (Proof) menurut kamus Webster, adalah rangkaian langkah, pernyataan, atau demontrasi yang mengarahkan kepada kesimpulan yang sah. Walaupun penegakan, standart-standart sah tidaknya bukti, itu bisa berbeda-beda, antara satu dengan yang lainnya. —(apapun, tidak harus agama), cenderung berkembang dengan cara yang paparel dengan perkembangan biologi-otak sendiri serta perolehan pengetahuan dan keterampilan sosial. Jadi karena informasi yang kita dapat serta cara unik masing-masing orang dalam menafsirkan serta menyatukan secara neurologis, mak sistem keyakinan yang kita pegang sangat Individualistik (Newbwrg, 2006). Disinilah mengapa banyak orang yang berpindah pandangan, ada pendapat lama yang direvisi oleh pendapat baru dan seterusnya.
Dan disinilah pentingnya dan bahayanya media, informasi dalam bentuk apapun (Khususnya informasi Hoax). lalu apa yang mesti kita lakukan? Tidak ada lain kecuali selalu berfikir kritis, mengembangkan mengapa dan apa sebab, kalau begini mengapa begitu dst. Tanpa harus bahwa kita akan menemukan “Kebenaran Yang Pasti”. Jalaluddin Rumi pernah berkata, “Engkau Mengimani Apa yang Kau Makan”, dan ada kata bijak lainnya, “Tuhan tidak meminta-mu menjadi benar (karena kelemahan-kelemahan persepsimu, kelemahan struktur kerja otak-mu, mudahnya kita sebagai manusia tertipu dst -pen), tetapi Tuhan menuntutmu untuk mengikuti prosedur kebenaran”.

Wallahu A’lam bi Al-Shawab, La Haula Wala Quwwata Illa Billah.
Muhammad Alwi, Peminat Studi Filsafat, Agama, Psikologi dan Pendidikan.

Integrated Multiple Intelligences dan Pendidikan Positif.

Tentang pendidikan positif

Kami adalah Pendidik, Guru, Dosen dan Trainer. Alumni Pasca Sarjana Univ Brawijaya Malang, sekarang studi lanjut di Department Psychology. Kami mengembangkan Seminar, Workshop, dan berbagai Test berbasiskan psikology. Mulai dari 1. Workshop berbasiskan Multiple Intelligence, Topografi Otak, Power Personality, Performance Barrier, Succes with Understanding Personality, Otak Kanan- Otak Kiri, bagaimana mengetahui dan memanfaatkannya untuk sukses dll. Semua itu untuk pengembnagan SDM dan Human Capital. Baik untuk Guru, anak-anak (TK, SD, SMP, SMA, PT), juga untuk karyawan Industri dan Perusahaan. 2. Test test yang mendukung workshop dan seminar diatas seperti; a) Test Multiple Intelligence, b) Test Personality, c) Test Performance Barrier dll. Konsep Kami adalah......Discovering Your Royal road to learning, achievable and Personal Satisfaction. Bagaimana caranya? Caranya dengan discovering your talent, your ability (dengan pemahaman, test), the right place....maka sukses dan bahagia akan mudah didapatkan. Positif Pendidikan adalah Pendidikan yang berusahan menjadikan pebelajar (siapapun yang belajar), akan mampu untuk meraih tidak hanya sukses (achievable) tapi juga bahagia (will-being). Success and Happy.
Pos ini dipublikasikan di Uncategorized. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s