Triple Filter Test Informasi/Gosip menurut Socrates

Socrates adalah Filosof terkenal. Dimana beliau adalah Guru dari Plato (Tokoh Idealisme), Sokratesdan seterusnya Aristoteles. Dari merekalah keluar banyak kebijaksanaan, cara berfikir dan logika (yang dipakai sampai sekarang).
Saat Socrates dipenjara dan besoknya beliau harus dihukum mati dengan meminum racun. Karena dia dituduh sesat, kafir, Zindiq dll, juga dianggap merusak moral anak-anak muda. Padahal sejatinya dia hanya mengajarkan cara berfikir benar, mengajarkan kaidah-kaidah kebenaran. Sehingga dengan itu kadang menyinggung kekuasaan dan kemapanan.
Saat malam dimana besoknya Sokrates harus dihukum mati dengan meminum racun. Malam itu murid-muridnya, menyuap penjaga penjara dan membuka penjara Sokrates dan Mereka berharap Sokrates melarikan diri. Sebab ketidak adilan penguasa dan keyakinan mereka hukuman yang salah. Saat murid-murid Sokartes tiba dalam penjara, terjadilah dialog dengan Sokrates. Sebentar kata Soktrates…..”Apakah benar saya harus melarikan diri atau meminum racun besok sebagai hukuman mati?” Walaupun saya yakin saya tidak bersalah. (Melawan Penguasa Tertinggi, Representasi Hukum/Raja, Walaupun Kita sebagai pemakai Hukum, yakin 100% itu salah?). Dialog itu sangat-sangat dalam maknanya. Dan ternyata Sokrates tidak mau melarikan diri. Dan besoknya dia menerima hukuman mati dengan meminum racun.
Dialog itu menghiasi ilmu Politik, Etika Politik…..dan dibaca sebagai Kebijaksanaan dan bacaan Wajib saat kita belajar Filsafat Praktis.

Sokrates MatiGOSIP danINFORMASI
Konon suatu hari seorang kenalannya bertemu dengan filsuf besar itu dan berkata, “Tahukah Anda apa yang saya dengar tentang teman Anda?”
“Tunggu sebentar,” Socrates menjawab. “Sebelum Anda menceritakan apapun pada saya, saya akan memberikan suatu test sederhana yang disebut Triple Filter Test.

1) Filter petama adalah KEBENARAN.
“Apakah Anda yakin bahwa apa yang akan Anda katakan pada saya itu benar?”
“Tidak,” jawab orang itu, “Sebenarnya saya HANYA MENDENGAR tentang itu.”
“Baik,” kata Socrates. “Jadi Anda tidak yakin itu benar. Baiklah sekarang saya berikan filter yang kedua.

2) Filter ke 2, KEBAIKAN.
Apakah yang akan Anda katakan tentang teman saya itu sesuatu yang baik?”
“Tidak, malah sebaliknya…”
“Jadi,” Socrates melanjutkan, “Anda akan menceritakan sesuatu yang buruk tentang dia, tetapi Anda tidak yakin apakah itu benar. Anda masih memiliki satu kesempatan lagi, masih ada satu filter lagi, yaitu filter ke 3.

3) Filter ke 3, KEGUNAAN.
Apakah yang akan Anda katakan pada saya tentang teman saya itu berguna bagi saya?”
“Tidak, sama sekali tidak.”
“Jadi,” Socrates menyimpulkannya, “bila Anda ingin menceritakan sesuatu yang belum tentu benar, bukan tentang kebaikan, dan bahkan tidak berguna, mengapa Anda harus menceritakan itu kepada saya?”

Cerita diatas sederhana, tetapi mendalam dan Universal. 3 Filter Test itu mestinya harus kita pegang erat-erat dalam dunia yang sudah seperti ini. Banyak bahkan kebanyakan informasi tetapi kebenarannya tidak jelas….bahkan sulit memilah-milah mana yang benar dan salah. Gosip, Opini bahkan perang informasi menjadi sebuah keniscayaan. Penggiringan opini, black campaign, provokasi dst. Bahkan sampai-sampai ada istilah “Jihad Media”. Yang terakhir ini (Jihad Media) semestinya baik…tetapi karena over semangat sehingga lupa bahkan melupakan filter-filter itu. Padahal klaimnya sudah berbau Agama/Sakral (Wajib dilakukan, Pahala dst…dst).
Disinilah Nilai Socrates, sebagai filsuf besar dan sangat dihormati.

Mestinya Kita Gunakan triple filter test setiap kali kita mendengar/menyampaikan sesuatu tentang Informasi/Gosip. Jika bukan KEBENARAN, bukan KEBAIKAN, dan tidak ada KEGUNAAN positif, tidak perlu kita terima atau kita sampaikan. Dan apabila kita terlanjur mendengarnya (Di Medsos atau lainnya), jangan sampaikan pada orang lain (share and share), dan jangan menyakiti hati orang lain.

Uji secara Epistemologi (Benar-salah), Uji secara Axiologi (Baik-buruk-nya) dan terakhir Uji secara Pragmatis (Berguna/Tidak berguna). Karena Informasi/Kognitif akan menentukan penilaian, Sikap……dan dari Sikaplah akan muncul Perilaku Kita…..tentang dan terhadap sesuatu.
Wallahu A’lam Bi al Shawab.

Muhammad Alwi,
Pendidikan Positif dan Integrated Multiple Intelligences

Tentang pendidikan positif

Kami adalah Pendidik, Guru, Dosen dan Trainer. Alumni Pasca Sarjana Univ Brawijaya Malang, sekarang studi lanjut di Department Psychology. Kami mengembangkan Seminar, Workshop, dan berbagai Test berbasiskan psikology. Mulai dari 1. Workshop berbasiskan Multiple Intelligence, Topografi Otak, Power Personality, Performance Barrier, Succes with Understanding Personality, Otak Kanan- Otak Kiri, bagaimana mengetahui dan memanfaatkannya untuk sukses dll. Semua itu untuk pengembnagan SDM dan Human Capital. Baik untuk Guru, anak-anak (TK, SD, SMP, SMA, PT), juga untuk karyawan Industri dan Perusahaan. 2. Test test yang mendukung workshop dan seminar diatas seperti; a) Test Multiple Intelligence, b) Test Personality, c) Test Performance Barrier dll. Konsep Kami adalah......Discovering Your Royal road to learning, achievable and Personal Satisfaction. Bagaimana caranya? Caranya dengan discovering your talent, your ability (dengan pemahaman, test), the right place....maka sukses dan bahagia akan mudah didapatkan. Positif Pendidikan adalah Pendidikan yang berusahan menjadikan pebelajar (siapapun yang belajar), akan mampu untuk meraih tidak hanya sukses (achievable) tapi juga bahagia (will-being). Success and Happy.
Pos ini dipublikasikan di Uncategorized. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s