GAMBARAN DASAR : FILSAFAT PENDIDIKAN “ISLAM”

syed-naquib-al-attas

Sayyed Naquib Al Attas

Setiap pembahasan pendidikan, tujuan, muatan kurikulum, dan metode pengajaran, sangat menekankan pentingnya pandangan filsafat (filsafat pendidikan) yang menyeluruh. Dan filsafat pendidikan tergantung dari kepercayaan, keyakinan dan pandangan hidup individu dan masyarakat yang terlibat didalamnya. Dan ini disokong oleh fakta yang secara eksplisit ataupun implisit yang mengatakan bahwa setiap ide, keputusan atau tindakan-tindakan yang berkaitan dengan pendidikan tidak dapat dipisahkan dari filsafat, agama ataupun sain mengenai hakikat manusia, baik jasmani maupun ruhani.
Tuhan adalah dasar dari dan pencipta segala sesuatu, Tuhan yang Maha Berkuasa, dalam merealisasikan keinginan-Nya melalui penciptaan, penghancuran, dan penciptaan kembali secara terus-menerus sehingga terjadi pengejawantahan dan peng-individuasian pelbagai kemungkinan yang terkandung dalam Nama-Nama dan Sifat-Sifat-Nya yang tak terbatas. Karena hakikat Diri dan aktivitas-Nya, semua yang terkandung di alam memperoleh dua keadaan sekaligus, yaitu keadaan untuk senantiasa berubah dan keadaan untuk tetap berada dalam kondisi yang permanen. Sayangnya, disebabkan perubahan itu mudah dikenali, sedangkan kepermanenan yang menjadi realitas hakiki dari segala sesuatu hanya bisa dikenali melalui intuisi, kondisi permanen yang menjadi pijakan segala sesuatu yang berubah sering dikategorikan sebagai sesuatu yang konseptual, bukan sesuatu yang nyata. Lihatlah bagaimana barat menghancurkan metafisika, bagaimana kerja filsafat fenomenologi, penelitian-penelitian naturalistik dst.
Filsafat modern dan sains secara salah telah menganggap perubahan sebagai realitas mutlak, yang akhirnya melahirkan sebuah prinsip: “Segala sesuatu itu berubah, kecuali perubahan itu sendiri”. Prinsip ini adalah salah satu karakter utama peradaban Barat dalam mengafirmasikan relativitas realitas yang memberinya alasan kuat untuk menyandarkan tatanan nilainya pada dasar-dasar yang sekuler, material, dan indriawi. Inilah sebabnya, peradaban Barat, “Selalu berubah dan ‘menjadi’ (becoming) sesuatu yang tidak pernah ‘ada (being) kecuali bahwa ‘adanya itu akan dan selalu menjadi sesuatu yang ‘menjadi’ (becoming). Ini bisa kita lihat dalam diskusi filsafat barat, Fenomenologi-Eksistensialisme dst. Sayangnya banyak negara dan institusi yang dipengaruhi oleh semangat peradaban Barat ini yang mengonsentrasikan semua sumber berharga untuk melatih para pegawai dan pelajarnya agar dapat mengadaptasikan diri pada sesuatu yang disebut perubahan yang tidak terelakkan dengan tujuan agar mereka bisa mengaturnya, mengantisipasinya. Untuk itu, mereka selalu merevisi dan mengubah arah dan tujuan pengembangan dan pendidikan dasar mengikuti kecenderungan umum dan perubahan yang datang dari Barat. Ini sangat terlihat bagaimana kurikulum pendidikan, tekanan dan pijakan yang diharapkan selalu berubah-ubah. Ada pendidikan bermuatan karakter, multikultural, welas-asih, semua problem masyarakat akan dimasukkan dalam kurikulum pendidikan, dst.
Sebaliknya, metafisika Islam menyatakan bahwa Realitas itu terdiri dari dua unsur yang tidak terpisahkan, yaitu yang permanen dan yang berubah. Potensi-Potensi Primordial yang terdapat dalam Alam Esensi-Esensi Tetap (World of Fixed Essences) yang berada dalam Pengetahuan Tuhan adalah realitas-realitas yang menjadi aspek kepermanenan bagi dunia luar yang secara terus-menerus mengalami perubahan. Semua realitas, disebabkan oleh keadaannya yang selalu diciptakan kembali dalam bentuk yang sama dengan yang aslinya, adalah permanen; sedangkan potensi dan pengaktualisasian realitas ke dalam bentuk yang sama dengan bentuk realitas itu di masa-masa depan dalam kehidupan dunia selalu dipandang sebagai sesuatu yang berubah.
Ide dasar-nya diambil dari pemikir, Filosof Islam, Pendidik, Sayyid Muhammad Naquib Al-Attas.

Iklan

Tentang pendidikan positif

Kami adalah Pendidik, Guru, Dosen dan Trainer. Alumni Pasca Sarjana Univ Brawijaya Malang, sekarang studi lanjut di Department Psychology. Kami mengembangkan Seminar, Workshop, dan berbagai Test berbasiskan psikology. Mulai dari 1. Workshop berbasiskan Multiple Intelligence, Topografi Otak, Power Personality, Performance Barrier, Succes with Understanding Personality, Otak Kanan- Otak Kiri, bagaimana mengetahui dan memanfaatkannya untuk sukses dll. Semua itu untuk pengembnagan SDM dan Human Capital. Baik untuk Guru, anak-anak (TK, SD, SMP, SMA, PT), juga untuk karyawan Industri dan Perusahaan. 2. Test test yang mendukung workshop dan seminar diatas seperti; a) Test Multiple Intelligence, b) Test Personality, c) Test Performance Barrier dll. Konsep Kami adalah......Discovering Your Royal road to learning, achievable and Personal Satisfaction. Bagaimana caranya? Caranya dengan discovering your talent, your ability (dengan pemahaman, test), the right place....maka sukses dan bahagia akan mudah didapatkan. Positif Pendidikan adalah Pendidikan yang berusahan menjadikan pebelajar (siapapun yang belajar), akan mampu untuk meraih tidak hanya sukses (achievable) tapi juga bahagia (will-being). Success and Happy.
Pos ini dipublikasikan di Uncategorized. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s